Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Mahasiswa Etnomusikologi ISI Yogyakarta Lolos Program Akuisisi Pengetahuan Lokal BRIN 2026

Mahasiswa Etnomusikologi ISI Yogyakarta Lolos Program Akuisisi Pengetahuan Lokal BRIN 2026

Yogyakarta, 11 Agustus 2026 — Mahasiswa Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Rivaldo Ernesto Denov Naenggolan, berhasil lolos dalam Program Akuisisi Pengetahuan Lokal dalam Bentuk Audiovisual Periode V Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kelolosan tersebut menjadi capaian membanggakan sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa ISI Yogyakarta dalam mengembangkan karya audiovisual yang berpijak pada pengetahuan lokal dan kebudayaan Indonesia.

Berdasarkan pengumuman resmi Penerbit BRIN pada 6 Agustus 2026, sebanyak 103 karya audiovisual diajukan pada periode seleksi tersebut. Dari jumlah itu, hanya 34 karya audiovisual yang dinyatakan lolos penilaian dan layak diterima dalam Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Periode V Tahun 2026. Secara keseluruhan, BRIN menetapkan 39 karya terpilih, terdiri atas lima karya buku dan 34 karya audiovisual.

Capaian Rivaldo menjadi semakin bermakna karena Program Akuisisi Pengetahuan Lokal BRIN menerapkan penilaian terhadap berbagai aspek karya audiovisual, mulai dari orisinalitas, kualitas substansi, ide dan alur cerita, sinematografi, teknis produksi, kesesuaian substansi dengan tema, hingga kreativitas.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya BRIN untuk mendokumentasikan, mengonversi, mempreservasi, dan memperluas akses masyarakat terhadap kekayaan pengetahuan lokal Indonesia. Salah satu ruang lingkupnya secara khusus mencakup pelestarian ekspresi kebudayaan melalui kesenian, termasuk musik, tari, tuturan, lukisan, dan berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya. Karya yang diakuisisi selanjutnya diarahkan menjadi sumber literasi yang dapat diakses masyarakat secara terbuka melalui kanal publik BRIN.

Keberhasilan mahasiswa Etnomusikologi ISI Yogyakarta dalam program nasional tersebut memperlihatkan relevansi pendidikan seni dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Seni tidak hanya ditempatkan sebagai praktik penciptaan dan pertunjukan, tetapi juga menjadi medium penelitian, dokumentasi, produksi pengetahuan, serta pelestarian kekayaan budaya.

Bagi bidang etnomusikologi, kemampuan mendokumentasikan praktik musik dan kebudayaan melalui media audiovisual memiliki posisi penting. Pendekatan tersebut memungkinkan berbagai pengetahuan yang hidup di tengah masyarakat tidak berhenti sebagai objek kajian akademik, tetapi dapat direkam, diinterpretasikan, dan disebarluaskan kepada publik dalam bentuk yang lebih mudah diakses.

Tradisi dokumentasi dan pengelolaan pengetahuan tersebut juga dikembangkan di lingkungan Etnomusikologi ISI Yogyakarta melalui Etnomusiklopedia, sebuah arsip digital yang menghimpun tugas akhir dan berbagai koleksi Jurusan Etnomusikologi dalam format PDF, audio, video, dan gambar untuk mendukung akses mahasiswa, dosen, peneliti, serta masyarakat terhadap pengetahuan etnomusikologi.

Kelolosan Rivaldo dengan demikian tidak hanya menjadi prestasi individual, tetapi juga turut memperkuat rekam jejak akademik ISI Yogyakarta dalam menghasilkan generasi muda yang mampu mempertemukan seni, riset, teknologi audiovisual, dan pelestarian budaya.

Capaian ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi seni di tengah perubahan zaman. Kompetensi seni dapat berkontribusi pada pembentukan dokumentasi budaya yang kredibel, pengembangan sumber pengetahuan terbuka, hingga upaya menjaga keberlanjutan berbagai pengetahuan lokal Indonesia.

Melalui capaian mahasiswa seperti ini, ISI Yogyakarta terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya melahirkan seniman dan kreator, tetapi juga akademisi serta penggerak kebudayaan yang mampu menghasilkan karya berdampak bagi pengembangan pengetahuan dan pelestarian kebudayaan Indonesia.

Keberhasilan Rivaldo diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa ISI Yogyakarta lainnya untuk terus menggali kekayaan budaya Nusantara, mengembangkan kreativitas berbasis riset, serta menghadirkan karya seni yang relevan bagi masyarakat dan memiliki daya jangkau yang semakin luas.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini