Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta Hadirkan Ruang Belajar Lintas Tradisi melalui Workshop Tari Klasik Sunda

Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta Hadirkan Ruang Belajar Lintas Tradisi melalui Workshop Tari Klasik Sunda

Yogyakarta, 4 Agustus 2026 – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), menjadi mitra akademik sekaligus tuan rumah penyelenggaraan Workshop Tari Klasik Sunda pada 11–14 Agustus 2026. Kegiatan yang bekerja sama dengan Yayasan Pusat Bina Tari tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi pengajar serta memperluas keberagaman materi pembelajaran di sanggar-sanggar tari.

Workshop akan berlangsung pukul 08.00–15.00 WIB di Jurusan Tari FSP ISI Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km 6,5, Sewon, Bantul. Kegiatan ini diprioritaskan bagi pengajar tari dan perwakilan sanggar tari dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.

Peserta akan memperoleh pembelajaran intensif mengenai tiga materi pilihan, yakni Tari Merak Sunda, Tari Kandagan, dan Tari Lenyepan. Ketiga materi tersebut merepresentasikan kekayaan tari klasik Sunda dengan karakter gerak, teknik, ekspresi, dan nilai artistik yang berbeda.

Melalui kegiatan ini, para pengajar diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, memperdalam penguasaan teknik, serta menambah variasi materi yang dapat dikembangkan dan diajarkan kembali di sanggar masing-masing. Dengan demikian, manfaat workshop tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat dan generasi muda di lingkungan sanggar.

Dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, ISI Yogyakarta berperan menyediakan ruang pembelajaran akademik, lingkungan praktik seni yang representatif, serta dukungan kelembagaan melalui Jurusan Tari FSP. Keterlibatan ini menunjukkan komitmen ISI Yogyakarta dalam menghubungkan pendidikan tinggi seni dengan komunitas, pengajar, dan sanggar sebagai bagian penting dari ekosistem pelestarian seni pertunjukan.

Workshop Tari Klasik Sunda juga mempertegas posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang terbuka terhadap keragaman tradisi Nusantara. Tidak hanya mengembangkan seni yang tumbuh di Yogyakarta, ISI Yogyakarta turut menghadirkan ruang pertukaran pengetahuan lintas budaya untuk memperkuat pemahaman, apresiasi, dan praktik seni tradisi Indonesia.

Kolaborasi dengan Yayasan Pusat Bina Tari menjadi bentuk sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan komunitas seni dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan tari klasik. Program semacam ini sekaligus memperluas fungsi kampus sebagai pusat pembelajaran, pengembangan kapasitas, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis seni budaya.

Workshop diselenggarakan secara gratis dengan jumlah peserta terbatas dan diperuntukkan bagi peserta terpilih. Pengajar tari dan perwakilan sanggar dapat melakukan pendaftaran melalui https://bit.ly/Workshop_PUSBITARI. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Arjuni di nomor 0822-2768-0866.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

id_IDID