Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Dosen ISI Yogyakarta Gaungkan Gamelan Jawa di Jepang, Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia

Dosen ISI Yogyakarta Gaungkan Gamelan Jawa di Jepang, Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia

Yogyakarta, 4 Agustus 2026 – Dosen Jurusan Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Aji Santoso Nugroho, M.Sn., memperluas jangkauan gamelan Jawa di Jepang melalui rangkaian kegiatan artistik dan akademik di Osaka dan Kyoto pada 3–27 Juli 2026. Diundang sebagai seniman tamu oleh Osaka Metropolitan University (OMU), Aji memimpin lokakarya untuk mahasiswa dan masyarakat, melakukan riset serta latihan bersama kelompok Marga Sari dan Gudang Panas, hingga tampil dalam konser di Minamiyamashiro, Kyoto.

Undangan resmi dari Urban Resilience Research Center, Osaka Metropolitan University, menempatkan rangkaian tersebut sebagai bagian dari penguatan kemitraan seni dan akademik antara OMU dan ISI Yogyakarta, sekaligus mempererat hubungan kebudayaan Jepang–Indonesia. Program dilaksanakan bersama Gamelan Concert Executive Committee dan mempertemukan akademisi, seniman, komunitas, serta masyarakat umum dalam satu proses penciptaan dan pembelajaran.

Selama hampir satu bulan, Aji menjalani agenda bertahap berupa latihan bersama Marga Sari dan Gudang Panas, lokakarya pada 11 dan 18 Juli, riset, serta persiapan pertunjukan. Pola kegiatan ini membuat gamelan tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga sebagai pengetahuan yang dipelajari melalui praktik langsung, kepekaan mendengar, dan kerja kolektif.

Salah satu lokakarya di Kamo, Kota Kizugawa, mendapat sorotan dalam program “Weekly Regional Topics” #216 milik kanal resmi KCN Kyoto. Pada segmen menit 05.59–08.35, Aji terlihat membimbing peserta mengenali instrumen dan membangun pengalaman bermain dalam format ansambel. Dalam tayangan tersebut, ia menjelaskan bahwa bunyi gamelan dapat menghadirkan rasa rileks dan membantu meredakan ketegangan.

Para peserta juga merasakan perbedaan yang kuat antara mendengar gamelan melalui internet dan mengalami getaran bunyinya secara langsung. Pengalaman itu memperlihatkan bahwa gamelan dapat menjadi ruang partisipasi yang terbuka: setiap orang dapat ikut bermain dengan kemauan untuk mendengar, merasakan, dan bekerja sama dengan pemain lain.

Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada 25 Juli 2026 melalui lokakarya dan konser di Yamanami Hall, Desa Minamiyamashiro, Kyoto. Pertunjukan mempertemukan Aji dengan kelompok Gudang Panas dan Marga Sari, dua komunitas yang aktif mengembangkan gamelan Jawa di Jepang. Pemberitaan media lokal menyoroti kegiatan tersebut sebagai konser gabungan pertama dan menggambarkan warna bunyi gamelan yang berhasil memikat penonton.

Kliping media Jepang turut mencatat bahwa para pemain berlatih intensif di Kizugawa sebelum tampil. Sorotan media tersebut memperkuat posisi gamelan sebagai praktik budaya hidup yang mampu menjangkau masyarakat lintas usia dan latar belakang, sekaligus membuka percakapan yang lebih luas mengenai seni tradisi Indonesia di ruang publik Jepang.

Kegiatan di Jepang ini merupakan kelanjutan dari hubungan kolaboratif yang telah terbangun sebelumnya. Pada Agustus 2025, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta menyelenggarakan Karawitan Short Course bersama Osaka Metropolitan University dan Urban Resilience Research Center dengan peserta dari Marga Sari dan Gudang Panas. Aji menjadi salah satu dosen pengampu yang memperkenalkan karawitan gaya Yogyakarta dan Surakarta melalui kelas tabuh bersama serta pembelajaran privat.

Sebagai dosen, musisi, dan peneliti karawitan, Aji juga mengembangkan kajian pembelajaran ricikan gender berbasis model aural. Rekam jejak tersebut menunjukkan keterhubungan antara pengajaran, penelitian, pertunjukan, dan pengabdian kepada masyarakat—empat ranah yang dibawanya dalam proses pertukaran budaya di Jepang.

Kehadiran dosen ISI Yogyakarta dalam rangkaian ini menegaskan peran perguruan tinggi seni sebagai mitra aktif dalam diplomasi budaya internasional. Melalui kompetensi akademik dan artistik para dosennya, ISI Yogyakarta menghadirkan gamelan Jawa bukan sebagai warisan yang berhenti pada masa lalu, melainkan sebagai pengetahuan hidup yang terus dipelajari, dipertunjukkan, dan dikembangkan bersama masyarakat dunia.

Media lokal Jepang menyoroti konser gamelan di Yamanami Hall, Minamiyamashiro, dengan tajuk yang menyebut warna bunyi gamelan memikat penonton dan menghadirkan pemain dari Indonesia. (Dokumentasi Tambahan Pemberitaan Media Jepang)
Kliping media Jepang menampilkan Aji Santoso Nugroho (tengah) saat memberi arahan dalam latihan gamelan di Kizugawa. Pemberitaan tersebut mengangkat konser gabungan gamelan pada 25 Juli 2026 di Minamiyamashiro, Kyoto.
(Dokumentasi Pemberitaan Media Jepang)
Link Youtube https://m.youtube.com/watch?v=vK9EJiVE04g&ra=m
Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

id_IDID