Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Bunga-Bunga di Jala Ikan Tayang di Balinale 2026, Karya Mahasiswa ISI Yogyakarta Menjangkau Panggung Dunia

Bunga-Bunga di Jala Ikan Tayang di Balinale 2026, Karya Mahasiswa ISI Yogyakarta Menjangkau Panggung Dunia

Yogyakarta, 28 Juli 2026 — Film pendek Bunga-Bunga di Jala Ikan (A Mixed Blessing) karya mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta resmi diputar dalam rangkaian 19th Bali International Film Festival (Balinale) 2026.

Penayangan tersebut menempatkan karya mahasiswa ISI Yogyakarta di tengah ekosistem perfilman internasional. Balinale 2026 menghadirkan 94 film dari 38 negara, termasuk 26 film Indonesia, serta menjadi ruang pertemuan antara pembuat film, akademisi, pelaku industri, dan penonton dari berbagai negara. Balinale juga dikenal sebagai festival film Indonesia yang memiliki kualifikasi Academy Award untuk kategori film pendek.

Bunga-Bunga di Jala Ikan merupakan karya tugas akhir penciptaan seni kolektif mahasiswa ISI Yogyakarta yang disutradarai oleh Cinta Setia dan diproduseri oleh Saddam Putra Dewa Rimbawan. Film ini mengangkat kehidupan sebuah keluarga di kawasan Rawa Pening yang menghadapi tekanan ekonomi akibat perubahan kondisi lingkungan.

Melalui tradisi Sedekah Rawa Pening, film tersebut mempertemukan persoalan perubahan iklim, kepercayaan masyarakat, ketahanan keluarga, dan realitas sosial masyarakat akar rumput. Unsur-unsur keseharian, seperti jala ikan dan ruang hidup keluarga, digunakan sebagai bahasa visual untuk menggambarkan keterjebakan ekonomi sekaligus keteguhan para tokohnya dalam mempertahankan kehidupan.

Kekuatan cerita lokal tersebut kemudian dipertemukan dengan kolaborasi seni bertaraf internasional. Bunga-Bunga di Jala Ikan terpilih sebagai satu-satunya wakil Indonesia dalam program Art of the Score, sebuah program kolaborasi yang mempertemukan pembuat film dari berbagai negara dengan mahasiswa komposisi The Juilliard School, New York, untuk menciptakan musik orisinal bagi karya audiovisual.

Pengembangan naskah film ini sebelumnya dilakukan melalui program Minikino Shorts Up 2024. Dalam proses penyempurnaan musik latar, tim produksi juga berkolaborasi dengan mahasiswa musik dan komposer dari Juilliard School. Kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara tersebut memperluas pengalaman mahasiswa ISI Yogyakarta dalam mengembangkan karya sesuai dengan praktik profesional perfilman internasional.

Dalam rangkaian Balinale 2026, tim Bunga-Bunga di Jala Ikan tidak hanya mengikuti pemutaran film, tetapi juga mempresentasikan proses kreatif, pengembangan cerita, serta pengalaman kolaborasi internasional yang melatarbelakangi produksi film. Berdasarkan keterangan tim, karya tersebut sebelumnya memperoleh perhatian luas melalui pemberitaan di lebih dari 40 media nasional serta mendapat atensi dari Direktorat Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Keikutsertaan Bunga-Bunga di Jala Ikan dalam Balinale dan Art of the Score memperlihatkan kemampuan mahasiswa ISI Yogyakarta dalam mengolah persoalan lokal menjadi karya dengan bahasa sinema yang dapat diterima oleh audiens global. Pencapaian ini sekaligus menunjukkan bahwa proses pembelajaran di ISI Yogyakarta tidak berhenti pada penguasaan teknis dan penciptaan karya, tetapi juga membuka ruang kolaborasi, jejaring profesional, serta distribusi karya pada forum internasional.

Capaian tersebut semakin meneguhkan posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang konsisten melahirkan sineas muda, mengembangkan pengetahuan berbasis praktik penciptaan, dan menghadirkan kekayaan budaya Indonesia dalam percakapan seni dunia.

Selamat kepada Cinta Setia, Saddam Putra Dewa Rimbawan, dan seluruh tim produksi Bunga-Bunga di Jala Ikan. Kehadiran karya ini di Balinale 2026 diharapkan menjadi langkah penting menuju pemutaran dan apresiasi yang lebih luas pada berbagai festival film nasional maupun internasional.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

id_IDID