Yogyakarta, 12 Mei 2026 — Program Studi Penciptaan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyelenggarakan Sonus Moventes 2026, sebuah rangkaian bedah karya dan pertunjukan musik yang menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis XLII ISI Yogyakarta. Kegiatan ini akan berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026, di Concert Hall ISI Yogyakarta.
Mengusung semangat penciptaan, pembacaan kritis, dan apresiasi terhadap karya musik, Sonus Moventes 2026 menjadi ruang penting bagi para komponis muda untuk memperkenalkan gagasan artistik sekaligus memperkuat tradisi akademik di lingkungan pendidikan tinggi seni. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan hasil penciptaan musik, tetapi juga menghadirkan forum dialog melalui sesi bedah karya yang memungkinkan publik memahami proses kreatif, konsep, serta pendekatan estetik di balik setiap komposisi.
Rangkaian kegiatan Sonus Moventes 2026 terbagi dalam dua sesi utama. Sesi Bedah Karya akan dilaksanakan pada pukul 13.00–17.00 WIB, sedangkan Sesi Pertunjukan berlangsung pada pukul 18.00–22.00 WIB. Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan sistem reservasi melalui bit.ly/SONUSMOVENTES2026. Panitia menyediakan tiket secara gratis dengan kuota terbatas.
Sebagai agenda tahunan Program Studi Penciptaan Musik ISI Yogyakarta, Sonus Moventes menjadi salah satu penanda penting dalam ekosistem pendidikan, penciptaan, dan diseminasi karya musik di kampus seni tertua dan terkemuka di Indonesia tersebut. Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta terus memperlihatkan komitmennya dalam melahirkan kreator, komponis, dan pelaku seni yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki daya gagas, kepekaan budaya, serta kemampuan membaca perkembangan zaman.
Kehadiran Sonus Moventes 2026 juga selaras dengan tema Dies Natalis XLII ISI Yogyakarta, yaitu “Redefining Arts Impact: Seni, Kemanusiaan, dan Kreativitas di Era Artificial Intelligence.” Tema tersebut menegaskan pentingnya peran seni dalam merespons perubahan peradaban, termasuk perkembangan teknologi kecerdasan buatan, tanpa kehilangan nilai kemanusiaan dan kekuatan kreativitas sebagai inti dari proses penciptaan.
Melalui forum bedah karya, para komponis memiliki kesempatan untuk menjelaskan ide, struktur, pendekatan musikal, serta konteks penciptaan karya mereka. Sementara itu, sesi pertunjukan menjadi ruang presentasi artistik yang mempertemukan karya, penampil, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum dalam satu peristiwa seni. Format ini memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membangun budaya akademik yang reflektif dan terbuka.
Sonus Moventes 2026 menampilkan sejumlah komponis, antara lain Ramya Shafiqa, Hadi Susanto Haes, Haris Natanael, Dominan Delapan, Krisna Tompo, Royke Pelajar Musik, Alvin Johnny, Gaby Charis, Aldy Maulana, Reza Alexander, Puput Pramuditya, dan Hyp Bass. Kehadiran para komponis tersebut memperlihatkan keberagaman gagasan, karakter musikal, serta kemungkinan-kemungkinan baru dalam penciptaan musik kontemporer.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus penguatan reputasi kelembagaan ISI Yogyakarta sebagai pusat pendidikan tinggi seni yang aktif mendorong lahirnya karya-karya baru. Dengan mempertemukan proses akademik, penciptaan, diskusi, dan pertunjukan, Sonus Moventes 2026 memperlihatkan bahwa pendidikan seni tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi hadir secara nyata dalam ruang publik melalui karya yang dapat diapresiasi, dibaca, dan didiskusikan bersama.
Melalui Sonus Moventes 2026, ISI Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang konsisten menjaga tradisi penciptaan, mengembangkan ekosistem kreativitas, serta membuka ruang kolaborasi antara kampus dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya ISI Yogyakarta untuk terus memperkuat branding kelembagaan sebagai institusi pendidikan seni yang adaptif, produktif, dan relevan dalam menghadapi perkembangan zaman.






