Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Jejak 45 Tahun Pemikiran Seni Rupa: Suwarno Wisetrotomo Hibahkan Buku ‘Rest Area: Titik Lebur Estetik’ ke ISI Yogyakarta

Jejak 45 Tahun Pemikiran Seni Rupa: Suwarno Wisetrotomo Hibahkan Buku ‘Rest Area: Titik Lebur Estetik’ ke ISI Yogyakarta

Yogyakarta, 13 Maret 2026 – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali meneguhkan posisinya sebagai pusat pengembangan pemikiran seni rupa melalui kegiatan serah terima hibah buku berjudul “Rest Area: Titik Lebur Estetik, Esai-Esai 45 Tahun (1980–2025)” karya Suwarno Wisetrotomo kepada Ketua Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Yogyakarta.

Penyerahan buku tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan tradisi intelektual di lingkungan akademik seni rupa, khususnya dalam memperkaya referensi pemikiran estetika dan kritik seni bagi mahasiswa, dosen, serta peneliti di kampus seni terbesar di Indonesia ini.

Buku Rest Area: Titik Lebur Estetik merupakan kumpulan esai yang ditulis Suwarno Wisetrotomo selama lebih dari empat dekade. Tulisan-tulisan tersebut merekam perjalanan panjang pemikiran dan refleksi kritis penulis dalam membaca perkembangan seni rupa Indonesia, mulai dari dinamika praktik artistik, pergeseran wacana estetika, hingga relasi antara seni, budaya, dan masyarakat.

Kehadiran buku ini di Jurusan Seni Murni FSRD ISI Yogyakarta diharapkan dapat menjadi sumber bacaan penting bagi civitas akademika. Selain memperkaya literatur seni rupa, buku ini juga membuka ruang dialog intelektual mengenai berbagai isu estetika yang berkembang dalam praktik seni kontemporer.

Ketua Jurusan Seni Murni FSRD ISI Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas hibah buku tersebut. Menurutnya, karya Suwarno Wisetrotomo memiliki nilai penting dalam membangun perspektif kritis mahasiswa terhadap perkembangan seni rupa.

“Buku ini tidak hanya merekam perjalanan pemikiran selama puluhan tahun, tetapi juga menjadi rujukan penting dalam memahami bagaimana wacana seni rupa berkembang di Indonesia. Kehadirannya akan sangat bermanfaat bagi proses pembelajaran dan pengembangan kajian seni di kampus,” ujarnya.

Suwarno Wisetrotomo dikenal sebagai salah satu pemikir dan kurator seni rupa Indonesia yang aktif menulis serta terlibat dalam berbagai kegiatan kuratorial, kritik seni, dan pengembangan wacana seni rupa. Melalui buku ini, ia menghadirkan refleksi panjang tentang praktik seni yang terus berubah seiring perkembangan zaman.

Bagi ISI Yogyakarta, kegiatan serah terima hibah buku ini juga mencerminkan kuatnya jejaring intelektual antara praktisi, kurator, dan akademisi seni. Interaksi semacam ini menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan seni yang tidak hanya menekankan praktik artistik, tetapi juga penguatan pemikiran dan diskursus akademik.

Sebagai perguruan tinggi seni yang memiliki peran strategis dalam pengembangan seni dan budaya di Indonesia, ISI Yogyakarta terus mendorong terciptanya ruang pertukaran gagasan antara seniman, kurator, peneliti, dan mahasiswa. Kehadiran buku Rest Area: Titik Lebur Estetik diharapkan dapat menjadi salah satu pemantik diskusi dan refleksi kritis mengenai perkembangan seni rupa Indonesia ke depan.

Melalui berbagai inisiatif akademik seperti ini, ISI Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam membangun tradisi keilmuan seni yang kokoh—menghubungkan praktik artistik dengan pemikiran kritis—serta menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengembangan seni yang berpengaruh di tingkat nasional maupun internasional.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID