YOGYAKARTA — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola kampus yang profesional, aman, dan berorientasi pada pelayanan publik. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Satuan Pengamanan (Satpam) bagi tenaga keamanan di lingkungan kampus. Kegiatan ini diselenggarakan pada 4–5 Maret 2026 di Ruang Rapat 3 Gedung Rektorat ISI Yogyakarta dengan diikuti oleh 19 orang satpam PNS dan PPPK di lingkungan institusi.
Sebagai perguruan tinggi seni terbesar di Indonesia, ISI Yogyakarta memiliki aktivitas akademik, penelitian, dan kegiatan seni yang sangat dinamis. Berbagai agenda akademik, festival seni, pameran, pertunjukan, hingga kunjungan masyarakat umum menjadikan kampus ini sebagai ruang interaksi kreatif yang terbuka bagi publik. Dalam konteks tersebut, keberadaan satuan pengamanan yang profesional menjadi elemen penting untuk memastikan terciptanya lingkungan kampus yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika maupun masyarakat yang berkunjung.
Kegiatan pembinaan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Pembinaan Penertiban Masyarakat Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) yang memberikan berbagai materi penting terkait penyegaran tugas dan fungsi satpam, prosedur keamanan kampus, penanganan situasi darurat, hingga penguatan pelayanan prima dan komunikasi efektif dalam menjalankan tugas pengamanan.


Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek teknis keamanan, tetapi juga menekankan pentingnya pendekatan pelayanan yang humanis dan profesional. Hal ini sejalan dengan karakter kampus seni yang memiliki dinamika aktivitas kreatif tinggi serta interaksi intensif dengan masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum ISI Yogyakarta, Dr. Suryati, M.Hum., menegaskan bahwa penguatan kompetensi satuan pengamanan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola institusi dan pelayanan kampus.
“Satpam merupakan garda terdepan yang menjaga keamanan sekaligus menjadi representasi pertama institusi ketika berinteraksi dengan mahasiswa, dosen, tamu, maupun masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme, keterampilan komunikasi, serta kesiapsiagaan mereka menjadi sangat penting untuk mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman, tertib, dan nyaman,” ujarnya.
Menurutnya, upaya penguatan kapasitas satpam ini juga merupakan bagian dari implementasi prinsip good governance dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi. Kampus yang aman dan tertata dengan baik akan mendukung terciptanya iklim akademik yang kondusif bagi proses pembelajaran, penelitian, serta pengembangan kreativitas seni.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum (BPKU) ISI Yogyakarta, Dr. Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pembinaan satpam merupakan program pengembangan sumber daya manusia tenaga kependidikan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Penguatan kapasitas satpam tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis pengamanan, tetapi juga membangun sikap profesional, disiplin, dan kemampuan pelayanan yang baik. Satpam harus mampu menjadi penghubung yang ramah antara institusi dengan masyarakat yang datang ke kampus,” jelasnya.


Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, para peserta mengikuti berbagai sesi pelatihan yang dirancang secara komprehensif. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai penyegaran tugas dan fungsi satpam serta prosedur keamanan kampus dan penanganan situasi darurat. Sementara pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan materi pelayanan prima dan komunikasi efektif, serta simulasi praktik penanganan situasi keamanan yang dipandu langsung oleh narasumber dari Polda DIY.
Simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan satpam dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan kampus. Melalui metode pelatihan yang interaktif dan berbasis praktik, peserta dapat memahami secara langsung bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan dalam situasi tertentu, mulai dari penanganan konflik, pengamanan kegiatan kampus, hingga respons terhadap kondisi darurat.
Selain meningkatkan kapasitas peserta, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi kompetensi bagi satpam yang mengikuti pelatihan. Penilaian dilakukan berdasarkan pemahaman materi teknis, kemampuan praktik dalam simulasi keamanan, kehadiran selama kegiatan, serta aspek kepemimpinan dan manajerial. Hasil evaluasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam proses seleksi calon komandan satpam ISI Yogyakarta yang akan ditetapkan melalui mekanisme penilaian berbasis kompetensi.


Langkah ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk memperkuat sistem pengamanan kampus yang terstruktur dan profesional. Dengan adanya komandan satpam yang memiliki kompetensi kepemimpinan yang baik, diharapkan koordinasi dan pengelolaan keamanan kampus dapat berjalan lebih efektif.
Kegiatan pembinaan ini juga menegaskan komitmen ISI Yogyakarta dalam mengembangkan sumber daya manusia secara berkelanjutan, tidak hanya bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga bagi tenaga kependidikan yang berperan penting dalam mendukung operasional institusi.
Sebagai perguruan tinggi seni yang terus berkembang di tingkat nasional maupun internasional, ISI Yogyakarta memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh aspek pengelolaan kampus berjalan secara profesional dan berstandar tinggi. Keamanan kampus menjadi salah satu fondasi penting yang mendukung kelancaran berbagai aktivitas akademik dan kreatif yang berlangsung setiap hari.
Melalui program pembinaan dan pelatihan satpam ini, ISI Yogyakarta berharap tercipta sistem pengamanan kampus yang semakin profesional, responsif, dan adaptif terhadap dinamika lingkungan kampus. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi penguatan tata kelola institusi yang berorientasi pada kualitas layanan, keamanan lingkungan akademik, serta peningkatan reputasi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni unggulan di Indonesia.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten di berbagai lini, termasuk dalam bidang keamanan kampus, ISI Yogyakarta terus memperkuat posisinya sebagai pusat pendidikan seni yang tidak hanya unggul dalam kreativitas dan inovasi, tetapi juga dalam tata kelola institusi yang profesional, aman, dan berintegritas.







