YOGYAKARTA, 4 Maret 2026 – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pengembangan tata kelola pendidikan tinggi nasional dengan menjadi tuan rumah kegiatan Uji Coba Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) 2.0 yang diselenggarakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Kegiatan yang berlangsung di kampus ISI Yogyakarta ini merupakan bagian dari upaya BAN-PT untuk melakukan pengujian terhadap sistem akreditasi terbaru yang akan digunakan secara nasional dalam proses penjaminan mutu perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. Ari Purbayanto, Ph.D.
Uji coba sistem SAPTO 2.0 ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi dari berbagai bidang keilmuan dan jenjang pendidikan di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Batik dan Fashion (D-III) ISI Yogyakarta menjadi salah satu program studi yang dilibatkan dalam simulasi penggunaan sistem akreditasi terbaru yang dikembangkan oleh BAN-PT.


Kehadiran ISI Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan ini menunjukkan tingkat kepercayaan lembaga akreditasi nasional terhadap kapasitas dan kesiapan institusi seni dalam mendukung transformasi sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk memahami mekanisme baru dalam pengelolaan data dan proses akreditasi berbasis sistem digital yang lebih terintegrasi.
Melalui SAPTO 2.0, BAN-PT berupaya meningkatkan efektivitas dan transparansi proses akreditasi perguruan tinggi dengan memanfaatkan teknologi informasi secara lebih optimal. Sistem ini diharapkan dapat mempercepat proses evaluasi mutu program studi sekaligus memperkuat integrasi data pendidikan tinggi di tingkat nasional.


Partisipasi aktif ISI Yogyakarta dalam kegiatan ini menegaskan komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi seni di Indonesia. Selain itu, keterlibatan ini juga memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi seni terkemuka yang terus berperan dalam pengembangan sistem pendidikan tinggi nasional yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing global.
Sebagai institusi seni yang memiliki reputasi kuat dalam bidang seni rupa, desain, musik, tari, teater, film, dan berbagai praktik kreatif lainnya, ISI Yogyakarta terus berupaya memperkuat tata kelola akademik dan mutu program studi melalui berbagai kolaborasi dengan lembaga nasional maupun internasional.
Kegiatan uji coba SAPTO 2.0 ini sekaligus menjadi momentum bagi ISI Yogyakarta untuk terus mendorong inovasi dalam pengelolaan pendidikan tinggi seni serta memperkuat kontribusinya dalam pembangunan ekosistem pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak bagi masyarakat.





