LOGO ISI YOGYAKARTA
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Melalui MTN AsahBakat–EdiTour INAFEd 2025, ISI Yogyakarta Hadirkan Dampak Nyata bagi Industri Film

Melalui MTN AsahBakat–EdiTour INAFEd 2025, ISI Yogyakarta Hadirkan Dampak Nyata bagi Industri Film

Yogyakarta 30 Desember 2025 — Institut Seni Indonesia Yogyakarta melalui Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) menyelenggarakan Workshop Editing Film sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa di bidang produksi audiovisual. Kegiatan ini dirancang untuk memperdalam pemahaman teknis dan artistik proses pascaproduksi film, sekaligus menjawab kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang.

EDITour INAFEd 2025 ini menghadirkan para narasumber editor anggota INAFEd yaituSastha Sunu, editor lebih dari 60 film dengan 5 penghargaan editor terbiak di ajang nasional maupun regional, sekaligus asesor kompetensi film, Wawan I. Wibowo, editor film dengan pengalaman telah menyunting lebih dari 100 judul film layar lebar dengan empat penghargaan Piala Citra FFI sebagai Penyunting Gambar Terbaik. Saat ini ia juga tercatat sebagai Ketua asosiasi editor film Indonesia (INAFED) periode 2023-2028, serta Kelvin Nugroho, editor lebih dari 55 film dan telah memenangkan 3 penghargaan Piala Citra sebagai editor terbaik di ajang FFI dan satu kali di Piala Maya. Adapun bertindak sebagai moderator adalah editor senior peraih Piala Citra sekaligus former ketua INAFEd, Arturo GP.

Dokumentasi Humas FSMR ISI Yogyakarta

Peserta memperoleh materi mulai dari pengenalan alur kerja editing, pengelolaan footage, penyusunan ritme visual, hingga penekanan pada aspek naratif agar pesan film tersampaikan secara efektif. Selain paparan materi, sesi praktik menjadi porsi penting agar mahasiswa dapat langsung mengasah keterampilan menggunakan perangkat lunak editing.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa lintas program studi di lingkungan FSMR ISI Yogyakarta. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama diskusi dan praktik, termasuk saat membedah contoh karya serta membahas tantangan yang kerap dihadapi dalam proses penyuntingan.

Melalui workshop ini, ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang selaras dengan kebutuhan dunia profesional. Penguatan kapasitas mahasiswa diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas karya akademik, tetapi juga memperluas kesiapan lulusan untuk berkiprah di industri film dan media kreatif secara lebih kompetitif.

Ke depan, ISI Yogyakarta terus mendorong kolaborasi dan kegiatan serupa sebagai ruang belajar berkelanjutan, guna memperkuat ekosistem pendidikan seni yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.

Dokumentasi Humas FSMR ISI Yogyakarta
Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

id_IDID