{"id":35015,"date":"2026-10-29T14:39:00","date_gmt":"2026-10-29T07:39:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.isi.ac.id\/?p=35015"},"modified":"2026-11-02T10:19:48","modified_gmt":"2026-11-02T03:19:48","slug":"isi-yogyakarta-perkuat-tata-kelola-ai-dalam-pendidikan-seni-melalui-simposium-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/2026\/10\/29\/isi-yogyakarta-perkuat-tata-kelola-ai-dalam-pendidikan-seni-melalui-simposium-internasional\/","title":{"rendered":"ISI Yogyakarta Perkuat Tata Kelola AI dalam Pendidikan Seni melalui Simposium Internasional"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Yogyakarta, 29 Oktober 2026 \u2014 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan seni yang adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui penyelenggaraan <em>International Symposium \u201cArtificial Intelligence and Arts Education\u201d<\/em> pada Kamis (29\/10\/2026). Forum akademik internasional ini menjadi ruang strategis untuk membahas pemanfaatan kecerdasan artifisial (<em>Artificial Intelligence<\/em>\/AI) dalam pendidikan seni, sekaligus memperkuat tata kelola teknologi yang menjunjung tinggi kreativitas, orisinalitas karya, dan integritas akademik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Simposium menghadirkan Dr. Dewanto Sukistono, S.Sn., M.Sn. sebagai <em>Policy Speaker<\/em> dan Ts. Ahmad Sofiyuddin Bin Mohd Shuib sebagai <em>Invited Speaker<\/em>, dengan moderator Raynald Alfian Yudisetyanto, M.Phil. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan ISI Yogyakarta, wakil dekan bidang akademik, koordinator program studi, dosen tim kurikulum, serta Tim Perumus AI ISI Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyelenggaraan simposium ini memperlihatkan langkah ISI Yogyakarta dalam merespons transformasi teknologi yang semakin memengaruhi praktik penciptaan, pembelajaran, dan penelitian seni. Perguruan tinggi seni tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang menguasai teknologi, tetapi juga mampu mempertahankan identitas artistik, daya kritis, dan tanggung jawab etis dalam setiap proses kreatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam paparannya, Dr. Dewanto Sukistono menguraikan Peraturan Rektor ISI Yogyakarta Nomor 11 Tahun 2026 tentang Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dalam Kegiatan Akademik dan Non-Akademik. Peraturan yang ditetapkan pada 13 Agustus 2026 tersebut menjadi landasan resmi bagi sivitas akademika dan tenaga kependidikan untuk menggunakan AI secara bijak, transparan, dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5859-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-35025\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5859-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5859-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5859-640x427.jpg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5859-400x267.jpg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5859-367x245.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5945-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-35022\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5945-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5945-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5945-640x427.jpg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5945-400x267.jpg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5945-367x245.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebijakan ini disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan terhadap 27 program studi dan survei yang melibatkan 241 mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa 96 persen mahasiswa atau 231 responden telah menggunakan AI, sementara 26 dari 27 program studi melaporkan adanya pemanfaatan AI oleh dosen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, sebanyak 15 program studi belum memiliki aturan khusus penggunaan AI, sedangkan baru dua program studi yang telah mengintegrasikannya secara terstruktur. Temuan tersebut menegaskan pentingnya kebijakan institusional yang memberikan kepastian sekaligus menjaga standar mutu pendidikan seni.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menariknya, sebanyak 25 dari 27 program studi menilai AI berpotensi memperkaya proses kreatif. Temuan ini menunjukkan adanya peluang besar untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran seni yang menggabungkan penguasaan keterampilan artistik dengan literasi teknologi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peraturan Rektor Nomor 11 Tahun 2026 terdiri atas 16 bab, 33 pasal, dan dua lampiran. Regulasi ini mengatur pemanfaatan AI dalam pembelajaran, penciptaan karya seni dan desain, produksi audio visual, penelitian, karya ilmiah, hingga administrasi kelembagaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kebijakan tersebut, ISI Yogyakarta menempatkan AI sebagai instrumen pendukung pengembangan gagasan, eksplorasi artistik, dan peningkatan efektivitas kerja, bukan sebagai pengganti pengetahuan, keterampilan, maupun keputusan kreatif manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aspek orisinalitas karya, perlindungan hak kekayaan intelektual, transparansi penggunaan AI, keamanan data pribadi, dan integritas akademik menjadi perhatian utama. Pengguna AI tetap bertanggung jawab atas hasil yang dihasilkan serta wajib melakukan verifikasi dan pengungkapan penggunaan teknologi sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5933-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-35023\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5933-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5933-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5933-640x427.jpg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5933-400x267.jpg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5933-367x245.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5950-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-35021\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5950-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5950-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5950-640x427.jpg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5950-400x267.jpg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5950-367x245.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perspektif internasional dalam simposium ini diperkuat melalui paparan Ts. Ahmad Sofiyuddin Bin Mohd Shuib yang mengangkat pengalaman dan praktik pemanfaatan AI dalam pendidikan tinggi, termasuk di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menekankan pentingnya kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan industri kreatif akibat perkembangan kecerdasan artifisial. Menurut pemaparannya, literasi AI perlu dikembangkan tanpa mengurangi kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis, mengevaluasi informasi, dan mengambil keputusan artistik secara mandiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengalaman pembelajaran yang dipaparkan menunjukkan bahwa AI dapat dimanfaatkan dalam tahap eksplorasi konsep, pengembangan alternatif visual, pencarian referensi, dan penyusunan gagasan kreatif. Namun, mahasiswa tetap perlu memahami landasan pengetahuan, konteks budaya, serta pertimbangan estetis di balik karya yang dihasilkan. Dalam pendidikan berbasis studio, proses penciptaan menjadi bagian penting dalam penilaian akademik. Penilaian tidak semata-mata bertumpu pada kualitas hasil akhir, tetapi juga mempertimbangkan tahapan eksperimen, argumentasi keputusan kreatif, dokumentasi proses, dan refleksi mahasiswa.Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter pendidikan seni ISI Yogyakarta yang menekankan keterpaduan antara pengetahuan, keterampilan, kepekaan estetis, dan pengalaman praktik artistik.Pertukaran perspektif dalam forum internasional ini sekaligus memperkaya wawasan akademik ISI Yogyakarta mengenai strategi integrasi AI ke dalam kurikulum pendidikan seni yang relevan dengan dinamika global.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5976-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-35019\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5976-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5976-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5976-640x427.jpg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5976-400x267.jpg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5976-367x245.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5972-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-35018\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5972-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5972-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5972-640x427.jpg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5972-400x267.jpg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5972-367x245.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesi diskusi turut menyoroti tantangan penerapan AI di lingkungan perguruan tinggi seni, khususnya mengenai batasan penggunaan teknologi dalam tugas akademik, perlindungan orisinalitas, penyesuaian kurikulum, serta kesiapan dosen dalam melakukan penilaian berbasis proses.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para peserta juga membahas perlunya arahan penggunaan AI yang lebih spesifik pada tingkat program studi, termasuk pencantumannya dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Dengan demikian, mahasiswa memperoleh kejelasan mengenai penggunaan AI yang diperbolehkan sekaligus memahami tanggung jawab akademiknya.Sebagai tindak lanjut kebijakan, unit pengelola program studi diarahkan untuk menyusun pedoman atau prosedur operasional sesuai karakteristik disiplin ilmunya. Penguatan kapasitas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui literasi serta pelatihan AI juga menjadi bagian penting dalam penerapan kebijakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah ini menjadi relevan karena setiap disiplin seni memiliki karakter penciptaan, metode pembelajaran, dan persoalan etik yang berbeda. Penerapan AI dalam seni pertunjukan, seni rupa, desain, maupun seni media rekam memerlukan pendekatan yang mempertimbangkan kekhasan masing-masing bidang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui penyelenggaraan <em>International Symposium \u201cArtificial Intelligence and Arts Education\u201d<\/em> dan penerapan kebijakan pemanfaatan AI di tingkat institusi, ISI Yogyakarta memperlihatkan upaya nyata dalam mengembangkan ekosistem pendidikan seni yang responsif terhadap perubahan zaman.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5933-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-35023\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5933-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5933-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5933-640x427.jpg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5933-400x267.jpg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5933-367x245.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan adopsi teknologi, tetapi juga menyangkut kesiapan kelembagaan dalam menjaga mutu pembelajaran, mengembangkan kurikulum, melindungi karya intelektual, dan mempersiapkan lulusan menghadapi transformasi industri seni dan kreatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberadaan regulasi yang didasarkan pada kebutuhan sivitas akademika, didukung dialog internasional, dan diarahkan pada penguatan kompetensi menjadi modal penting bagi ISI Yogyakarta untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta relevansi keilmuannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menjadikan teknologi sebagai sarana untuk memperluas kemungkinan berkarya tanpa menghilangkan peran fundamental manusia, ISI Yogyakarta menegaskan arah pengembangan pendidikan seni yang inovatif, beretika, dan berorientasi pada masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin pesat, ISI Yogyakarta terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya mengikuti kemajuan teknologi, tetapi juga mengembangkan landasan akademik dan etika agar inovasi tetap berpijak pada kreativitas, nilai kemanusiaan, dan identitas artistik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5998-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-35017\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5998-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5998-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5998-640x427.jpg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5998-400x267.jpg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5998-367x245.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, 29 Oktober 2026 \u2014 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan seni yang adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui penyelenggaraan International Symposium \u201cArtificial Intelligence and Arts Education\u201d pada Kamis (29\/10\/2026). Forum akademik internasional ini menjadi ruang strategis untuk membahas pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence\/AI) dalam pendidikan seni, sekaligus memperkuat tata kelola teknologi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":35024,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37,649],"tags":[],"class_list":["post-35015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dan-info","category-kampus-berdampak"],"a3_pvc":{"activated":false,"total_views":0,"today_views":0},"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5911-1140x445.jpg",1140,445,true],"list":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5911-463x348.jpg",463,348,true],"medium":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5911-300x200.jpg",300,200,true],"full":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/IMG_5911-scaled.jpg",2560,1707,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35015"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35015\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35027,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35015\/revisions\/35027"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35024"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}