{"id":34725,"date":"2026-10-12T11:31:00","date_gmt":"2026-10-12T04:31:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.isi.ac.id\/?p=34725"},"modified":"2026-10-12T15:37:31","modified_gmt":"2026-10-12T08:37:31","slug":"isi-yogyakarta-perkuat-sinergi-seni-dan-pariwisata-melalui-pementasan-teater-musikal-di-semarak-watu-gagak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/2026\/10\/12\/isi-yogyakarta-perkuat-sinergi-seni-dan-pariwisata-melalui-pementasan-teater-musikal-di-semarak-watu-gagak\/","title":{"rendered":"ISI Yogyakarta Perkuat Sinergi Seni dan Pariwisata melalui Pementasan Teater Musikal di Semarak Watu Gagak"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Yogyakarta, 12 Oktober 2026 \u2014 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus menunjukkan kontribusinya sebagai perguruan tinggi seni dalam pengembangan ekosistem seni pertunjukan, pelestarian budaya, dan penguatan pariwisata berbasis kreativitas. Melalui Natyawara Musical Theatre Community, komunitas teater musikal binaan Program Studi Teater Musikal, Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Yogyakarta, institusi ini turut memeriahkan gelaran Semarak Watu Gagak dengan menghadirkan pertunjukan teater musikal bertajuk <em>Ruwat Kala: Ruwat Jagad<\/em>, Sabtu (10\/10\/2026), pukul 18.00 WIB, di kawasan Watu Gagak, Daerah Istimewa Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pementasan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Semarak Watu Gagak yang digagas oleh Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur seni, budaya, pariwisata, dan masyarakat dalam upaya memperkuat daya tarik destinasi wisata melalui penyelenggaraan kegiatan kreatif yang berakar pada kekayaan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan Natyawara Musical Theatre Community bersama Program Studi Teater Musikal FSP ISI Yogyakarta memperlihatkan peran strategis perguruan tinggi seni dalam menghadirkan karya artistik yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan potensi daerah. Melalui pendekatan seni pertunjukan, kreativitas akademik dapat dihadirkan secara langsung di tengah masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya dan daya saing pariwisata Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Performances <em>Ruwat Kala: Ruwat Jagad<\/em> merupakan karya yang disutradarai oleh Fitri Rahmah, M.Sn., dengan koreografi oleh Galih Suci Manganti, S.Sn., M.A., serta komposisi musik oleh Aneng Kiswantoro, M.Sn. Kolaborasi ketiganya menghadirkan perpaduan unsur teater, tari, musik, dan ekspresi dramatik dalam sebuah produksi teater musikal yang mengedepankan kekuatan penciptaan artistik secara kolektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Judul <em>Ruwat Kala: Ruwat Jagad<\/em> mengangkat gagasan yang berkaitan dengan tradisi ruwatan dalam kebudayaan Jawa. Secara konseptual, ruwatan memiliki makna simbolis sebagai upaya membebaskan diri dari berbagai pengaruh buruk sekaligus membangun kembali keseimbangan kehidupan. Gagasan tersebut memiliki relevansi dengan semangat menjaga keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan lingkungan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui medium teater musikal, nilai-nilai budaya tersebut memperoleh ruang interpretasi artistik yang dapat menjembatani tradisi dengan perkembangan seni pertunjukan kontemporer. Perpaduan dramatika, gerak, dan musik menjadi pendekatan kreatif untuk menghadirkan kekayaan budaya lokal dalam bentuk pertunjukan yang komunikatif bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-1-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-34728\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-1-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-1-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-1-640x427.jpeg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-1-400x267.jpeg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-1-367x245.jpeg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran Natyawara Musical Theatre Community dalam kegiatan Semarak Watu Gagak juga menunjukkan pentingnya hubungan antara pendidikan tinggi seni dan praktik profesional di lapangan. Sebagai komunitas yang dibina oleh Program Studi Teater Musikal FSP ISI Yogyakarta, Natyawara menjadi salah satu wadah pengembangan kreativitas, eksplorasi artistik, serta kolaborasi dalam produksi seni pertunjukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produksi <em>Ruwat Kala: Ruwat Jagad<\/em> melibatkan sejumlah unsur kreatif dengan pembagian peran yang mencerminkan kompleksitas sebuah pementasan teater musikal. Selain sutradara, koreografer, dan komposer, pertunjukan ini didukung oleh penanggung jawab Rano Sumarno, M.Sn., dan Retno Dwi Intarti, S.Sn., M.A., serta pimpinan produksi Tiara Kirana dan <em>stage manager<\/em> Nasywa Nazifa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para pemeran yang terlibat meliputi Rendi, Abita Dafa, Najla, Sari, dan Raul. Sementara itu, unsur tari didukung oleh Navira, Yusi, Kezia, Rere, dan Meyleni, dengan Gita Eiren sebagai pemusik. Penataan artistik ditangani oleh Apita dan Nia, tata kostum oleh Bentar, Zara, dan Naja, tata rias oleh Dion dan Dewi, serta tim PDD yang terdiri atas Deby, Sarah, dan Fitri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan berbagai unsur tersebut menggambarkan bahwa penciptaan karya teater musikal membutuhkan kerja sama lintas bidang keahlian, mulai dari penyutradaraan, koreografi, komposisi musik, pemeranan, penataan artistik, hingga manajemen produksi. Proses kolaboratif ini merupakan bagian penting dalam pengembangan kompetensi dan profesionalisme pelaku seni pertunjukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi ISI Yogyakarta, ruang kolaborasi semacam ini menjadi sarana untuk mempertemukan pengetahuan akademik, keterampilan artistik, dan pengalaman praktik dalam satu proses penciptaan. Keterlibatan komunitas binaan program studi dalam kegiatan kebudayaan di luar kampus sekaligus memperluas kesempatan bagi sivitas akademika untuk berinteraksi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Partisipasi ISI Yogyakarta dalam Semarak Watu Gagak memiliki arti penting dalam konteks pengembangan pariwisata berbasis seni dan budaya. Sebagai salah satu pusat kebudayaan Indonesia, Yogyakarta memiliki potensi besar untuk mengembangkan destinasi wisata melalui kegiatan kreatif yang memadukan kekayaan tradisi, inovasi artistik, dan partisipasi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seni pertunjukan menjadi salah satu unsur yang dapat memperkaya pengalaman wisata. Kehadiran karya teater musikal di ruang kegiatan pariwisata memberikan dimensi budaya yang lebih luas, sehingga sebuah destinasi tidak hanya dikenalkan melalui daya tarik alam dan lingkungannya, tetapi juga melalui pengalaman artistik yang mencerminkan identitas lokal.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-2-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-34730\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-2-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-2-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-2-640x427.jpeg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-2-400x267.jpeg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-2-367x245.jpeg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks tersebut, pementasan <em>Ruwat Kala: Ruwat Jagad<\/em> memperlihatkan bagaimana karya seni dapat menjadi bagian dari penguatan daya tarik wisata budaya. Pertunjukan yang berangkat dari gagasan tradisi lokal membuka peluang untuk menghadirkan pengalaman kebudayaan yang khas sekaligus memperkenalkan kreativitas seni pertunjukan kepada khalayak yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan perguruan tinggi seni dalam kegiatan pariwisata juga memperlihatkan peluang kerja sama yang semakin terbuka antara institusi pendidikan, pemerintah, komunitas kreatif, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut penting untuk membangun ekosistem pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan ruang bagi pelestarian budaya dan pengembangan sumber daya manusia kreatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kegiatan seperti Semarak Watu Gagak, seni pertunjukan memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam memperkuat karakter destinasi, memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya seni, serta membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi budaya daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keikutsertaan Program Studi Teater Musikal FSP ISI Yogyakarta dalam kegiatan ini juga mencerminkan relevansi pendidikan tinggi seni terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri kreatif. Pendidikan seni tidak hanya berfokus pada penguasaan teori dan keterampilan artistik di lingkungan kampus, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan karya dan praktik kreatif yang memiliki keterhubungan dengan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui produksi pertunjukan yang melibatkan berbagai bidang keahlian, mahasiswa, dosen, dan komunitas seni memiliki peluang untuk mengembangkan kapasitas penciptaan, kemampuan bekerja secara kolaboratif, serta pemahaman mengenai pengelolaan produksi seni secara profesional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia seni yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Terlebih, industri seni pertunjukan dan ekonomi kreatif membutuhkan pelaku seni yang tidak hanya memiliki kemampuan artistik, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan, membangun jejaring, dan menghadirkan karya yang relevan dengan kebutuhan publik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan potensi penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam pengembangan program kebudayaan yang berkelanjutan. Dukungan terhadap ruang-ruang pertunjukan di luar kampus dapat memperluas jangkauan karya akademik sekaligus meningkatkan kontribusi nyata pendidikan tinggi seni dalam pembangunan daerah.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-683x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-34732\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-683x1024.jpeg 683w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-640x960.jpeg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-400x600.jpeg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-367x551.jpeg 367w\" sizes=\"(max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.59-1-683x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-34734\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.59-1-683x1024.jpeg 683w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.59-1-640x960.jpeg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.59-1-400x600.jpeg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.59-1-367x551.jpeg 367w\" sizes=\"(max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pendidikan, penelitian, penciptaan, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang seni, ISI Yogyakarta terus memiliki peluang strategis untuk berperan dalam pengembangan kebudayaan nasional. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu jalan untuk memastikan bahwa karya seni yang lahir dari lingkungan akademik dapat memperoleh ruang apresiasi yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan Natyawara Musical Theatre Community bersama Program Studi Teater Musikal FSP ISI Yogyakarta dalam Semarak Watu Gagak menegaskan kapasitas institusi dalam menghubungkan pendidikan seni dengan kebutuhan pengembangan kebudayaan dan pariwisata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Partisipasi ini juga menjadi contoh konkret bagaimana perguruan tinggi seni dapat mengambil peran dalam agenda pembangunan daerah melalui pendekatan kreatif. Seni tidak hanya ditempatkan sebagai bentuk hiburan, tetapi juga sebagai medium ekspresi budaya, penguatan identitas, pendidikan masyarakat, dan pengembangan potensi ekonomi kreatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kerja sama yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan institusi pendidikan, karya seni memiliki kesempatan lebih besar untuk hadir dalam ruang publik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pola kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya menempatkan perguruan tinggi seni sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan kegiatan kebudayaan dan pengembangan destinasi wisata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pementasan <em>Ruwat Kala: Ruwat Jagad<\/em> menjadi salah satu wujud kontribusi ISI Yogyakarta dalam mempertemukan kreativitas seni pertunjukan dengan kekayaan budaya lokal. Kehadiran karya ini menunjukkan bahwa pengembangan seni berbasis akademik dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian tradisi, penguatan identitas daerah, dan inovasi dalam industri kreatif.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.59-2-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-34733\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.59-2-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.59-2-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.59-2-640x427.jpeg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.59-2-400x267.jpeg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.59-2-367x245.jpeg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-1-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-34731\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-1-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-1-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-1-640x427.jpeg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-1-400x267.jpeg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.08.00-1-367x245.jpeg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan seni dan budaya, ISI Yogyakarta terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi seni yang berorientasi pada kualitas penciptaan, kolaborasi, dan kontribusi bagi masyarakat. Kehadiran Natyawara Musical Theatre Community dalam Semarak Watu Gagak menjadi bagian dari upaya tersebut, sekaligus memperluas peran ISI Yogyakarta dalam ekosistem seni pertunjukan dan pariwisata budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ISI Yogyakarta terus mengembangkan perannya sebagai pusat pendidikan dan penciptaan seni yang mampu menghubungkan kekayaan tradisi, inovasi artistik, serta kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi seni sebagai salah satu penggerak pembangunan kebudayaan dan pariwisata Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-34729\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-768x432.jpeg 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-640x360.jpeg 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-400x225.jpeg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-367x206.jpeg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, 12 Oktober 2026 \u2014 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus menunjukkan kontribusinya sebagai perguruan tinggi seni dalam pengembangan ekosistem seni pertunjukan, pelestarian budaya, dan penguatan pariwisata berbasis kreativitas. Melalui Natyawara Musical Theatre Community, komunitas teater musikal binaan Program Studi Teater Musikal, Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Yogyakarta, institusi ini turut memeriahkan gelaran Semarak Watu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":34727,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37,649,40,55],"tags":[],"class_list":["post-34725","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dan-info","category-kampus-berdampak","category-kerjasama","category-pertunjukan-2"],"a3_pvc":{"activated":false,"total_views":0,"today_views":0},"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-2-1140x445.jpeg",1140,445,true],"list":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-2-463x348.jpeg",463,348,true],"medium":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-2-300x200.jpeg",300,200,true],"full":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-12-at-15.07.58-2.jpeg",1488,992,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34725"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34725\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34736,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34725\/revisions\/34736"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34727"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}