{"id":34688,"date":"2026-09-29T10:37:00","date_gmt":"2026-09-29T03:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.isi.ac.id\/?p=34688"},"modified":"2026-10-08T10:55:12","modified_gmt":"2026-10-08T03:55:12","slug":"film-serate-raih-penghargaan-nasional-mahasiswa-isi-yogyakarta-buktikan-kualitas-karya-sinema-di-indonesian-youth-film-festival-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/2026\/09\/29\/film-serate-raih-penghargaan-nasional-mahasiswa-isi-yogyakarta-buktikan-kualitas-karya-sinema-di-indonesian-youth-film-festival-2026\/","title":{"rendered":"Film \u201cSERATE\u201d Raih Penghargaan Nasional, Mahasiswa ISI Yogyakarta Buktikan Kualitas Karya Sinema di Indonesian Youth Film Festival 2026"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Yogyakarta, 29 September 2026 \u2014 Mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Melalui film fiksi pendek berjudul SERATE, tim produksi Naik Daun Production berhasil meraih penghargaan Best Scriptwriter (Penulis Naskah Terbaik) kategori mahasiswa dalam ajang Indonesian Youth Film Festival (IYFF) 2026. Film tersebut juga berhasil masuk dalam tiga nominasi bergengsi, yakni Best Cinematography, Best Actress, dan Best Film.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penghargaan tersebut diumumkan dalam malam penganugerahan Indonesian Youth Film Festival 2026 yang berlangsung di The Amani Palladium Theatre, LSPR Transpark, Bekasi, pada Sabtu, 5 September 2026. Festival ini menjadi salah satu ruang apresiasi bagi sineas muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkenalkan karya, mengembangkan kreativitas, serta menunjukkan kemampuan dalam produksi film.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberhasilan SERATE meraih penghargaan penulisan naskah terbaik menjadi pencapaian penting bagi mahasiswa ISI Yogyakarta, khususnya dalam pengembangan kemampuan bercerita melalui medium audiovisual. Penghargaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa karya yang dihasilkan melalui proses pembelajaran di perguruan tinggi memiliki potensi untuk memperoleh pengakuan dalam kompetisi perfilman tingkat nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Film SERATE merupakan karya kolaboratif mahasiswa semester dua Program Studi Film dan Televisi FSMR ISI Yogyakarta. Pada awalnya, film tersebut diproduksi sebagai bagian dari pemenuhan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) yang mengintegrasikan pembelajaran dari tiga mata kuliah, yaitu Tata Kamera, Dasar Editing, dan Dasar Penyutradaraan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui penggabungan ketiga mata kuliah tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di ruang perkuliahan ke dalam proses produksi film secara langsung. Kegiatan ini mencakup pengembangan gagasan, penyusunan naskah, perencanaan visual, pengambilan gambar, penyutradaraan, hingga penyuntingan untuk menghasilkan sebuah karya audiovisual yang utuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses produksi SERATE menunjukkan bagaimana pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi dapat menjadi sarana pengembangan kompetensi mahasiswa. Karya yang semula dipersiapkan sebagai bagian dari evaluasi akademik tersebut kemudian mampu bersaing dengan film-film karya sineas muda dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kontribusi tim produksi Naik Daun Production yang melibatkan puluhan mahasiswa dengan pembagian tugas sesuai bidang keahlian masing-masing. Tim inti produksi terdiri atas Ilya Fathimah Taqiyya sebagai produser, Yoga Mahendra Pratama sebagai sutradara, dan Eva Agustina Wahyu Wijayanti sebagai penulis naskah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam proses penggarapannya, mereka didukung oleh Syafiq Taqy Haidar Kuntoro sebagai asisten sutradara pertama, Gurat Mahdi Kahfi sebagai penanggung jawab kesinambungan visual sekaligus penata artistik, serta Febryan Dani Atmaja sebagai penata sinematografi dan efek visual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Shandy Mario bertanggung jawab pada pengelolaan data digital serta penyuntingan offline dan online. Faqih Nizar Ghinnanafsi bertugas pada bidang perekaman suara dan pelaporan, Farrel Pramudya Sarwoko sebagai gaffer, Abd Khafid Fadlil sebagai kru pencahayaan, serta Azzahra Putrinaindy pada bidang tata rias dan busana. Produksi tersebut juga melibatkan sejumlah mahasiswa lainnya yang berkontribusi dalam berbagai departemen kreatif maupun teknis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolaborasi antarmahasiswa menjadi salah satu aspek penting dalam keberhasilan produksi film ini. Setiap anggota tim menjalankan peran yang saling berkaitan untuk memastikan proses kreatif berjalan secara terarah, mulai dari tahap praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang dibutuhkan dalam ekosistem industri perfilman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain memperoleh penghargaan Best Scriptwriter, keberhasilan SERATE masuk nominasi Best Cinematography, Best Actress, dan Best Film menunjukkan bahwa karya tersebut mendapat perhatian dalam sejumlah aspek penting produksi film. Pencapaian ini menjadi indikator positif bagi pengembangan kemampuan mahasiswa dalam mengolah cerita, membangun bahasa visual, mengarahkan pemeranan, dan menyatukan berbagai unsur sinematik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesian Youth Film Festival 2026 sendiri menghadirkan kompetisi film pendek bagi peserta tingkat SMA\/SMK dan perguruan tinggi. Festival yang mengangkat tema Social Struggles tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan perspektif mengenai berbagai persoalan sosial melalui karya sinema.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Partisipasi mahasiswa ISI Yogyakarta dalam festival ini turut memperluas ruang pertemuan dan pertukaran gagasan dengan sineas muda dari berbagai institusi pendidikan. Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mempresentasikan hasil kreativitasnya kepada publik, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengukur kualitas karya dalam lingkungan perfilman yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi ISI Yogyakarta, pencapaian ini memperlihatkan relevansi pendidikan seni yang menghubungkan penguasaan teori, keterampilan teknis, eksplorasi artistik, dan pengalaman berkarya. Pembelajaran yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya nyata menjadi salah satu pendekatan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia kreatif yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia perfilman dan industri audiovisual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prestasi SERATE sekaligus memperkuat kontribusi Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta dalam pengembangan talenta perfilman Indonesia. Melalui pendidikan, praktik penciptaan, dan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai festival, ISI Yogyakarta terus mendorong lahirnya generasi sineas yang memiliki kemampuan artistik, kompetensi profesional, serta keberanian untuk menghadirkan gagasan kreatif kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberhasilan Naik Daun Production meraih penghargaan Best Scriptwriter dan tiga nominasi dalam Indonesian Youth Film Festival 2026 menjadi capaian yang mempertegas potensi karya mahasiswa untuk berkembang melampaui ruang akademik. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus bereksperimen, memperkuat kualitas penciptaan, dan berpartisipasi dalam berbagai forum apresiasi seni di tingkat nasional maupun internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui capaian ini, ISI Yogyakarta semakin meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi seni yang mengembangkan pendidikan berbasis penciptaan, mendorong prestasi mahasiswa, serta berkontribusi dalam pertumbuhan ekosistem perfilman dan industri kreatif Indonesia.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"alignleft size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"767\" height=\"340\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Screenshot-2026-10-08-104029.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-34690\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Screenshot-2026-10-08-104029.png 767w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Screenshot-2026-10-08-104029-640x284.png 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Screenshot-2026-10-08-104029-400x177.png 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Screenshot-2026-10-08-104029-367x163.png 367w\" sizes=\"(max-width: 767px) 100vw, 767px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, 29 September 2026 \u2014 Mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Melalui film fiksi pendek berjudul SERATE, tim produksi Naik Daun Production berhasil meraih penghargaan Best Scriptwriter (Penulis Naskah Terbaik) kategori mahasiswa dalam ajang Indonesian Youth Film Festival (IYFF) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":34691,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37,649,624],"tags":[],"class_list":["post-34688","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dan-info","category-kampus-berdampak","category-prestasimhs"],"a3_pvc":{"activated":false,"total_views":0,"today_views":0},"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WEB.-5-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WEB.-5-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WEB.-5-300x226.png",300,226,true],"full":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WEB.-5.png",1920,1446,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34688"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34688\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34692,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34688\/revisions\/34692"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34691"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}