{"id":34450,"date":"2026-09-15T11:38:59","date_gmt":"2026-09-15T04:38:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.isi.ac.id\/?p=34450"},"modified":"2026-09-15T11:39:00","modified_gmt":"2026-09-15T04:39:00","slug":"p3-wilsen-isi-yogyakarta-hadirkan-weh-rasa-di-ngawi-perkuat-kolaborasi-seni-dan-pemberdayaan-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/2026\/09\/15\/p3-wilsen-isi-yogyakarta-hadirkan-weh-rasa-di-ngawi-perkuat-kolaborasi-seni-dan-pemberdayaan-masyarakat\/","title":{"rendered":"P3 Wilsen ISI Yogyakarta Hadirkan \u201cWeh Rasa\u201d di Ngawi, Perkuat Kolaborasi Seni dan Pemberdayaan Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Yogyakarta, 15 September 2026 \u2014 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi seni yang aktif menghadirkan pengetahuan, praktik artistik, dan proses kreatif di tengah masyarakat melalui program P3 Wilsen. Setelah selama satu bulan menjalankan proses belajar, mengajar, dan berkarya bersama masyarakat Kabupaten Ngawi, rangkaian kegiatan tersebut akan mencapai puncaknya melalui pertunjukan bertajuk \u201cWeh Rasa\u201d, Jumat, 18 September 2026, pukul 19.00 WIB hingga selesai di Sanggar Omah Joglo, Kabupaten Ngawi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cWeh Rasa\u201d menjadi ruang perjumpaan antara sivitas akademika ISI Yogyakarta dengan masyarakat dan komunitas seni di Ngawi. Panggung tersebut akan menghadirkan beragam bentuk ekspresi seni, mulai dari tari, pedalangan, film, puisi, karawitan, hingga musik, dengan melibatkan peserta lintas generasi, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puncak kegiatan P3 Wilsen tersebut sekaligus menjadi representasi dari proses pendampingan dan pertukaran pengetahuan yang telah berlangsung selama satu bulan. Mahasiswa dan sivitas akademika ISI Yogyakarta tidak hanya hadir untuk menyampaikan pengetahuan, tetapi juga belajar bersama masyarakat, menggali potensi kesenian setempat, serta mengembangkan karya melalui proses kolaboratif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini semakin memperlihatkan kekuatan jejaring seni karena P3 Wilsen ISI Yogyakarta berkolaborasi dengan Sanggar Omah Joglo dan lima sanggar di Kabupaten Ngawi. Pertunjukan juga akan diiringi karawitan Laras Maya dan musik Jani Manah, sehingga \u201cWeh Rasa\u201d menjadi ruang yang mempertemukan beragam praktik, pelaku, dan generasi dalam satu panggung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan masyarakat secara langsung menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Seni tidak ditempatkan semata sebagai hasil akhir berupa pertunjukan, tetapi juga sebagai medium pendidikan, komunikasi, pembentukan karakter, serta penguatan hubungan sosial dan budaya di masyarakat. Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bagaimana pendidikan tinggi seni dapat memberikan dampak nyata di luar lingkungan kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui P3 Wilsen, ISI Yogyakarta terus memperluas ruang pembelajaran mahasiswa dengan menghadapkan mereka pada dinamika kehidupan seni di masyarakat. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan kompetensi akademik dan artistiknya sekaligus mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi, serta memahami karakter masyarakat dan ekosistem seni di daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program tersebut juga memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi secara kontekstual. Pendidikan, penciptaan karya, dan pengabdian kepada masyarakat dipertemukan dalam proses yang saling menguatkan. Pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat diterapkan bersama masyarakat, sementara praktik dan kearifan seni masyarakat menjadi sumber pembelajaran yang memperkaya pengalaman akademik mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran berbagai generasi dalam \u201cWeh Rasa\u201d turut menunjukkan pentingnya regenerasi dan keberlanjutan seni. Kolaborasi antara perguruan tinggi, sanggar, seniman, pelaku budaya, serta masyarakat membuka peluang bagi proses transfer pengetahuan yang lebih luas sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan di daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puncak acara \u201cWeh Rasa\u201d juga dijadwalkan turut dihadiri Bupati Ngawi. Kehadiran unsur pemerintah daerah, masyarakat, komunitas seni, dan perguruan tinggi dalam satu ruang menjadi modal penting untuk membangun sinergi yang berkelanjutan dalam pengembangan seni dan kebudayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kegiatan semacam ini, ISI Yogyakarta terus memperkuat kontribusinya tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan penciptaan seni, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam pengembangan potensi seni dan budaya Indonesia. Kolaborasi lintas generasi dan komunitas menjadi bukti bahwa pendidikan seni dapat tumbuh bersama masyarakat sekaligus menghasilkan pengalaman, pengetahuan, dan karya yang relevan dengan kehidupan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cWeh Rasa\u201d terbuka untuk masyarakat dan dapat disaksikan secara gratis pada Jumat Pon, 18 September 2026, mulai pukul 19.00 WIB di Sanggar Omah Joglo, Kabupaten Ngawi. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dapat diperoleh melalui akun Instagram @p3wilsen.ngawi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WEH RASA \u2014 satu panggung, berbagai generasi, beragam karya; dari proses belajar bersama menuju penguatan ekosistem seni dan budaya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, 15 September 2026 \u2014 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi seni yang aktif menghadirkan pengetahuan, praktik artistik, dan proses kreatif di tengah masyarakat melalui program P3 Wilsen. Setelah selama satu bulan menjalankan proses belajar, mengajar, dan berkarya bersama masyarakat Kabupaten Ngawi, rangkaian kegiatan tersebut akan mencapai puncaknya melalui pertunjukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":34451,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46,37,649,40],"tags":[],"class_list":["post-34450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agenda","category-berita-dan-info","category-kampus-berdampak","category-kerjasama"],"a3_pvc":{"activated":false,"total_views":0,"today_views":0},"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WEB.-9-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WEB.-9-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WEB.-9-300x226.png",300,226,true],"full":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WEB.-9.png",1920,1446,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34450"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34452,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34450\/revisions\/34452"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}