{"id":34240,"date":"2026-08-27T12:53:39","date_gmt":"2026-08-27T05:53:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.isi.ac.id\/?p=34240"},"modified":"2026-08-27T12:53:40","modified_gmt":"2026-08-27T05:53:40","slug":"butet-kartaredjasa-raih-penghargaan-achmad-bakrie-2026-teguhkan-jejak-pendidikan-seni-isi-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/2026\/08\/27\/butet-kartaredjasa-raih-penghargaan-achmad-bakrie-2026-teguhkan-jejak-pendidikan-seni-isi-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Butet Kartaredjasa Raih Penghargaan Achmad Bakrie 2026, Teguhkan Jejak Pendidikan Seni ISI Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Yogyakarta, 27 Agustus 2026 \u2013 Seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa menerima Penghargaan Achmad Bakrie XXII Tahun 2026 Bidang Seni dan Budaya, Rabu (26\/8\/2026). Penghargaan nasional tersebut menjadi apresiasi atas perjalanan panjang Butet sebagai seniman lintas disiplin yang konsisten menghadirkan seni sebagai ruang kebebasan berpikir, kritik sosial, ekspresi, sekaligus refleksi atas kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Capaian Butet menjadi kebanggaan tersendiri bagi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Butet memiliki jejak kuat dalam tradisi pendidikan seni rupa Yogyakarta melalui STSRI \u201cASRI\u201d, institusi yang kemudian menjadi bagian penting dari sejarah berdirinya ISI Yogyakarta. Perjalanan kreatifnya sekaligus memperlihatkan bagaimana lingkungan pendidikan seni dapat menjadi ruang tumbuh bagi seniman yang kemudian memberi pengaruh luas dalam perkembangan kebudayaan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 mengangkat tema \u201cAksi Nyata untuk Indonesia\u201d. Pada bidang Seni dan Budaya, Butet dinilai sebagai seniman lintas disiplin yang menjadikan seni sebagai medium kebebasan berpikir, kritik sosial, dan ekspresi. Dari panggung monolog, teater, seni rupa hingga kepenulisan, karya-karyanya terus hadir dan berkomunikasi dengan masyarakat melalui beragam persoalan sosial dan kebudayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam rekaman penyerahan penghargaan, perjalanan kreatif Butet juga diperlihatkan melalui berbagai dokumentasi karya dan aktivitasnya di panggung maupun seni rupa. Penghargaan tersebut menegaskan konsistensi Butet dalam melintasi batas-batas disiplin seni serta kemampuannya menempatkan praktik artistik sebagai bagian dari dialog sosial yang terus berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengakuan terhadap Butet sekaligus memiliki makna penting bagi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang tumbuh dari sejarah panjang pendidikan seni di Indonesia. Tradisi akademik dan artistik yang berkembang sejak ASRI hingga menjadi ISI Yogyakarta telah melahirkan dan menjadi ruang tumbuh bagi berbagai generasi seniman, kreator, akademisi, serta pelaku budaya yang memberikan kontribusi pada tingkat nasional maupun internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jejak tersebut terus dikembangkan FSRD ISI Yogyakarta melalui pendidikan yang mendorong mahasiswa tidak hanya menguasai keterampilan artistik, tetapi juga membangun kreativitas, pemikiran kritis, keberanian bereksperimen, serta kemampuan membaca perkembangan sosial dan kebudayaan. Lingkungan seni Yogyakarta yang dinamis turut menjadi ekosistem pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan seniman, komunitas, ruang seni, dan berbagai praktik kebudayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perjalanan Butet dari seni rupa menuju panggung teater, monolog, penulisan, hingga kembali aktif dalam praktik seni rupa memperlihatkan karakter pendidikan seni yang tidak berhenti pada batas satu disiplin. Mobilitas kreatif tersebut relevan dengan semangat pendidikan seni kontemporer yang semakin kolaboratif, multidisipliner, dan responsif terhadap perubahan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi ISI Yogyakarta, pencapaian figur-figur yang tumbuh dari tradisi pendidikannya merupakan bagian dari bukti bahwa pendidikan tinggi seni mempunyai peran strategis dalam membangun ekosistem kebudayaan Indonesia. Perguruan tinggi seni tidak hanya menghasilkan karya dan lulusan, tetapi juga membentuk pemikir, kreator, serta pelaku budaya yang mampu menghadirkan perspektif baru bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 2026, posisi tersebut semakin diperkuat dengan capaian FSRD ISI Yogyakarta yang berada pada kelompok peringkat 151\u2013200 dunia dalam QS World University Rankings by Subject untuk bidang Art &amp; Design. Capaian institusional tersebut, bersama kiprah para seniman yang memiliki keterhubungan historis dengan ISI Yogyakarta, menunjukkan kesinambungan antara tradisi pendidikan, proses penciptaan, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penghargaan Achmad Bakrie sendiri telah diberikan sejak 2003 sebagai bentuk apresiasi terhadap putra-putri Indonesia yang menghasilkan karya, pemikiran, keilmuan, dan kontribusi penting bagi masyarakat. Pada 2026, selain Butet Kartaredjasa di bidang Seni dan Budaya, penghargaan diberikan kepada tokoh dari bidang Sains dan Teknologi, Kesehatan, serta Pemikiran Sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ISI Yogyakarta turut merayakan dan menyampaikan kebanggaan atas penghargaan yang diterima Butet Kartaredjasa. Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk terus berkarya secara autentik, mengembangkan keberanian berpikir, serta menjadikan seni sebagai kekuatan yang memberi makna dan kontribusi bagi kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selamat kepada Butet Kartaredjasa atas Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 Bidang Seni dan Budaya. Dari Yogyakarta, seni terus tumbuh, berbicara, dan memberi makna bagi Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-video aligncenter\"><video height=\"850\" style=\"aspect-ratio: 478 \/ 850;\" width=\"478\" controls src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Video-2026-08-27-at-10.03.03.mp4\"><\/video><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, 27 Agustus 2026 \u2013 Seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa menerima Penghargaan Achmad Bakrie XXII Tahun 2026 Bidang Seni dan Budaya, Rabu (26\/8\/2026). Penghargaan nasional tersebut menjadi apresiasi atas perjalanan panjang Butet sebagai seniman lintas disiplin yang konsisten menghadirkan seni sebagai ruang kebebasan berpikir, kritik sosial, ekspresi, sekaligus refleksi atas kehidupan masyarakat. Capaian Butet menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":34243,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[661,37,649],"tags":[],"class_list":["post-34240","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-alumni-berprestasi","category-berita-dan-info","category-kampus-berdampak"],"a3_pvc":{"activated":false,"total_views":0,"today_views":0},"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/12345-1140x445.jpeg",1140,445,true],"list":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/12345-463x348.jpeg",463,348,true],"medium":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/12345-300x225.jpeg",300,225,true],"full":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/12345.jpeg",1280,960,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34240","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34240"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34240\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34244,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34240\/revisions\/34244"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34243"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34240"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34240"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34240"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}