{"id":34208,"date":"2026-08-24T15:09:00","date_gmt":"2026-08-24T08:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.isi.ac.id\/?p=34208"},"modified":"2026-08-24T15:09:02","modified_gmt":"2026-08-24T08:09:02","slug":"festival-teater-dosen-indonesia-2026-dibuka-dengan-pergelaran-masa-yang-tertakar-di-isi-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/2026\/08\/24\/festival-teater-dosen-indonesia-2026-dibuka-dengan-pergelaran-masa-yang-tertakar-di-isi-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Festival Teater Dosen Indonesia 2026 Dibuka dengan Pergelaran \u201cMasa yang Tertakar\u201d di ISI Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Yogyakarta, 24 Agustus 2026 \u2014 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menjadi ruang pertemuan bagi praktik, penciptaan, dan pengembangan seni pertunjukan melalui pergelaran teater musikal \u201cMasa yang Tertakar\u201d dalam pembukaan Festival Teater Dosen Indonesia (FTDI) 2026. Pertunjukan akan digelar di Auditorium Teater Rendra ISI Yogyakarta, Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB, dan dapat disaksikan masyarakat secara gratis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dipersembahkan melalui lingkungan akademik Jurusan Teater, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, \u201cMasa yang Tertakar\u201d menghadirkan teater musikal sebagai ruang penciptaan yang mempertemukan dramaturgi, musik, koreografi, seni rupa panggung, tata cahaya, tata suara, kostum, dan tata rias dalam satu kesatuan pertunjukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karya ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Fitri Rahmah, M.Sn., dengan Galih Suci Manganti, S.Sn., M.A. sebagai koreografer dan Aneng Kiswantoro, M.Sn. sebagai komposer. Produksi tersebut juga melibatkan Mega Sheli Bastianti, M.Sn. sebagai penata artistik serta Linda Sitinjak, S.Sn., M.Sn. sebagai vocal coach.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMasa yang Tertakar\u201d mengangkat kisah mengenai takdir yang tidak selalu dapat ditawar. Kuasa, cinta, kutuk, serta garis kehidupan menjadi simpul dramatik yang menggerakkan perjalanan para tokoh. Gagasan tersebut diterjemahkan ke dalam perpaduan cerita, musik, gerak, dan laku panggung sehingga menghadirkan pengalaman teater musikal yang utuh bagi penonton.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan unsur pencipta, pemain, penari, pemusik, penata visual, penata cahaya, penata suara, penata kostum, penata rias hingga tim produksi memperlihatkan karakter penciptaan seni pertunjukan yang bersifat kolaboratif. Model produksi semacam ini sekaligus menunjukkan bagaimana lingkungan perguruan tinggi seni dapat menjadi laboratorium kreatif tempat pengetahuan akademik, keterampilan artistik, dan pengalaman produksi profesional bertemu dalam sebuah karya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pementasan dalam rangka pembukaan Festival Teater Dosen Indonesia 2026 juga memperluas fungsi kampus sebagai ruang perjumpaan para akademisi, seniman, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat. Kehadiran festival di lingkungan ISI Yogyakarta membuka peluang terjadinya pertukaran gagasan, metode penciptaan, serta perkembangan praktik teater di lingkungan pendidikan tinggi seni Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi ISI Yogyakarta, penyelenggaraan kegiatan seni berskala nasional seperti FTDI menjadi bagian penting dalam menguatkan ekosistem akademik yang tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas. Produksi dan presentasi karya di hadapan publik menjadi bagian dari proses pendidikan seni yang menghubungkan pengajaran, penciptaan, riset artistik, serta praktik profesional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran \u201cMasa yang Tertakar\u201d juga memperlihatkan kapasitas ISI Yogyakarta dalam mengembangkan karya seni yang lahir dari kolaborasi berbagai disiplin. Seni pertunjukan ditempatkan bukan hanya sebagai hasil akhir, tetapi sebagai proses akademik dan kreatif yang melibatkan pengembangan gagasan, pengelolaan produksi, kerja kolektif, serta komunikasi karya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui Festival Teater Dosen Indonesia 2026, ISI Yogyakarta terus mendorong kampus sebagai ruang produksi dan diseminasi pengetahuan seni sekaligus ruang tumbuh bagi penciptaan karya-karya baru. Pertemuan antara dosen, mahasiswa, praktisi, dan publik diharapkan semakin memperkuat jejaring seni pertunjukan serta memperluas kontribusi pendidikan tinggi seni terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pergelaran teater musikal \u201cMasa yang Tertakar\u201d akan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB di Auditorium Teater Rendra ISI Yogyakarta. Pertunjukan terbuka bagi masyarakat dengan HTM gratis.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, 24 Agustus 2026 \u2014 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menjadi ruang pertemuan bagi praktik, penciptaan, dan pengembangan seni pertunjukan melalui pergelaran teater musikal \u201cMasa yang Tertakar\u201d dalam pembukaan Festival Teater Dosen Indonesia (FTDI) 2026. Pertunjukan akan digelar di Auditorium Teater Rendra ISI Yogyakarta, Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB, dan dapat disaksikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":34210,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46,37,372,55],"tags":[],"class_list":["post-34208","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agenda","category-berita-dan-info","category-festival","category-pertunjukan-2"],"a3_pvc":{"activated":false,"total_views":0,"today_views":0},"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WEB.-9-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WEB.-9-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WEB.-9-300x226.png",300,226,true],"full":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WEB.-9.png",1920,1446,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34208","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34208"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34208\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34211,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34208\/revisions\/34211"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34210"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}