{"id":34034,"date":"2026-08-11T09:54:29","date_gmt":"2026-08-11T02:54:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.isi.ac.id\/?p=34034"},"modified":"2026-08-11T09:54:30","modified_gmt":"2026-08-11T02:54:30","slug":"rahim-besi-hadir-di-isi-yogyakarta-teater-futuristik-ajak-publik-merefleksikan-eksistensi-manusia-di-era-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/2026\/08\/11\/rahim-besi-hadir-di-isi-yogyakarta-teater-futuristik-ajak-publik-merefleksikan-eksistensi-manusia-di-era-ai\/","title":{"rendered":"\u201cRahim Besi\u201d Hadir di ISI Yogyakarta, Teater Futuristik Ajak Publik Merefleksikan Eksistensi Manusia di Era AI"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Yogyakarta, 11 Agustus 2026 \u2014 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menghadirkan ruang penciptaan sekaligus dialog kritis terhadap perkembangan zaman melalui pertunjukan teater \u201cRahim Besi\u201d yang akan dipentaskan pada 24 dan 25 Agustus 2026 di Teater Arena ISI Yogyakarta. Mengangkat persoalan identitas manusia di tengah perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi, pertunjukan ini memperlihatkan bagaimana seni dapat berperan sebagai medium untuk membaca, mempertanyakan, dan merespons perubahan peradaban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cRahim Besi\u201d merupakan karya terbaru Metaphor Project yang disutradarai oleh Wahid Nurcahyono, S.Sn., M.Sn., dosen Program Studi Teater, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. Pertunjukan ini juga menjadi bagian dari Rangkaian Pentas Dosen ISI Yogyakarta, yang menghadirkan karya penciptaan sebagai bentuk tanggung jawab akademik sekaligus kontribusi artistik kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengusung dunia futuristik pascakeruntuhan peradaban, \u201cRahim Besi\u201d membawa penonton memasuki situasi ketika kelahiran manusia tidak lagi sepenuhnya berlangsung secara alami. Tubuh, ingatan, hubungan, bahkan keberadaan manusia bersinggungan dengan sistem dan teknologi yang mampu menciptakan kehidupan secara artifisial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah dunia tersebut hadir ARKA (A-17), seorang manusia artifisial yang mulai mempertanyakan asal-usul dan keberadaannya. Perjalanan Arka menjadi pintu masuk bagi penonton untuk berhadapan dengan pertanyaan yang semakin relevan pada era kecerdasan buatan: apakah manusia benar-benar menjalani kehidupannya sendiri, atau sekadar mengikuti skenario dan sistem yang telah ditentukan?<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"819\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-1-819x1024.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-34035\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-1-819x1024.webp 819w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-1-768x960.webp 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-1-640x800.webp 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-1-400x500.webp 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-1-367x459.webp 367w\" sizes=\"(max-width: 819px) 100vw, 819px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui konflik tersebut, \u201cRahim Besi\u201d tidak menempatkan teknologi semata-mata sebagai persoalan kemajuan perangkat, tetapi sebagai pemantik untuk membicarakan persoalan yang jauh lebih mendasar: identitas, kesadaran, cinta, kebebasan, serta makna menjadi manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertunjukan dikembangkan melalui atmosfer futuristik dengan pendekatan visual dan artistik bernuansa mekanis-industrial. Pendekatan akting juga diarahkan untuk memperkuat konflik batin para tokohnya sehingga pengalaman pertunjukan tidak berhenti sebagai tontonan, melainkan mendorong penonton melakukan refleksi terhadap kehidupan dan realitas teknologi yang terus berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran \u201cRahim Besi\u201d sekaligus menunjukkan karakter pendidikan tinggi seni yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan artistik. Di lingkungan ISI Yogyakarta, praktik penciptaan dapat berkembang menjadi ruang penelitian, eksperimentasi, produksi pengetahuan, dan pembacaan kritis terhadap persoalan kontemporer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wahid Nurcahyono sendiri merupakan Lektor pada Program Studi Teater ISI Yogyakarta dengan rekam jejak penelitian dan penciptaan yang antara lain mencakup transformasi pertunjukan tradisi, penciptaan pertunjukan virtual, serta berbagai kajian dan praktik penyutradaraan teater. Rekam jejak tersebut memperlihatkan keterhubungan antara proses akademik dan praktik penciptaan yang menjadi salah satu karakter pendidikan seni di ISI Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produksi \u201cRahim Besi\u201d juga dibangun melalui semangat gotong royong artistik lintas generasi. Pimpinan produksi, Panji, menyebut produksi tersebut sebagai ruang belajar bersama tentang bagaimana seni membaca perubahan zaman. Pertunjukan turut menghadirkan penampilan khusus solis seriosa Sherina, yang memberi lapisan musikal dan emosional dalam lanskap futuristik yang dibangun di atas panggung.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"819\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-2-819x1024.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-34036\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-2-819x1024.webp 819w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-2-768x960.webp 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-2-640x800.webp 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-2-400x500.webp 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-2-367x459.webp 367w\" sizes=\"(max-width: 819px) 100vw, 819px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih dari sebuah pertunjukan, proses tersebut memperlihatkan ekosistem perguruan tinggi seni sebagai tempat bertemunya dosen, mahasiswa, seniman, praktisi, dan publik dalam proses penciptaan. Pola ini penting dalam pengembangan seni pertunjukan karena pengetahuan tidak hanya disampaikan melalui ruang kelas, tetapi juga diuji, dipertunjukkan, didiskusikan, dan dipertemukan secara langsung dengan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertunjukan akan berlangsung di Teater Arena Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, ruang pertunjukan dengan kapasitas sekitar 200 penonton yang juga dimanfaatkan untuk kegiatan akademik, praktik pembelajaran, pertunjukan, serta berbagai aktivitas seni di lingkungan kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain pementasan, rangkaian \u201cRahim Besi\u201d dilengkapi dengan Diskusi\/Dialog Karya pada 25 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB di Lobby Gedung Teater ISI Yogyakarta. Forum tersebut membuka ruang pertemuan antara karya, seniman, akademisi, mahasiswa, dan publik untuk membicarakan lebih jauh gagasan serta proses kreatif di balik pertunjukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran ruang dialog menjadi bagian penting dari budaya akademik seni. Pertunjukan tidak diposisikan sebagai produk akhir semata, melainkan sebagai sumber pengetahuan yang dapat dibaca, dibahas, dikritisi, dan dikembangkan kembali. Dengan demikian, panggung seni sekaligus berfungsi sebagai ruang produksi gagasan yang responsif terhadap persoalan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui \u201cRahim Besi\u201d, ISI Yogyakarta kembali menunjukkan peran perguruan tinggi seni dalam menghadirkan karya yang berangkat dari disiplin artistik sekaligus bersentuhan dengan isu global kontemporer. Perkembangan kecerdasan buatan yang kini memasuki berbagai aspek kehidupan dapat dibaca tidak hanya melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga melalui perspektif seni yang mempertanyakan implikasinya terhadap nilai, emosi, identitas, dan kemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"819\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-3-819x1024.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-34037\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-3-819x1024.webp 819w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-3-768x960.webp 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-3-640x800.webp 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-3-400x500.webp 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESISaksikan-kisah-ARKA-A-17-seorang-manusia-artificial-yang-berani-mempertanyakan-as-3-367x459.webp 367w\" sizes=\"(max-width: 819px) 100vw, 819px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Posisi tersebut sejalan dengan ekosistem penciptaan di ISI Yogyakarta yang terus membuka ruang bagi eksperimen, kolaborasi, dan pertukaran gagasan. Berbagai aktivitas di Jurusan Teater juga menempatkan kampus sebagai ruang perjumpaan antara pendidikan, penciptaan, dan masyarakat, termasuk melalui festival serta kolaborasi seni dengan mitra nasional maupun internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat, akademisi, mahasiswa, pelajar, pegiat seni, serta pencinta teater dapat menyaksikan \u201cRahim Besi\u201d pada 24 dan 25 Agustus 2026. Open gate dimulai pukul 18.00 WIB di Teater Arena ISI Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reservasi tiket dapat dilakukan dengan memindai QR Code pada poster publikasi \u201cRahim Besi\u201d atau melalui tautan reservasi yang tersedia pada bio kanal resmi penyelenggara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Diskusi\/Dialog Karya akan diselenggarakan pada 25 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB di Lobby Gedung Teater ISI Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cRahim Besi\u201d pada akhirnya menghadirkan panggung bukan hanya sebagai tempat pertunjukan, tetapi sebagai ruang untuk mempertanyakan kembali hubungan antara manusia dan teknologi. Melalui perjalanan ARKA (A-17), publik diajak membawa pulang satu pertanyaan mendasar: apakah kita benar-benar hidup, atau hanya menjalankan skenario yang telah ditulis?<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESIKetika-teknologi-mampu-menciptakan-kehidupanjangan-sampai-manusia-justru-kehilangan--768x1024.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-34039\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESIKetika-teknologi-mampu-menciptakan-kehidupanjangan-sampai-manusia-justru-kehilangan--768x1024.webp 768w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESIKetika-teknologi-mampu-menciptakan-kehidupanjangan-sampai-manusia-justru-kehilangan--640x853.webp 640w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESIKetika-teknologi-mampu-menciptakan-kehidupanjangan-sampai-manusia-justru-kehilangan--400x533.webp 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/RAHIM-BESIKetika-teknologi-mampu-menciptakan-kehidupanjangan-sampai-manusia-justru-kehilangan--367x489.webp 367w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, 11 Agustus 2026 \u2014 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menghadirkan ruang penciptaan sekaligus dialog kritis terhadap perkembangan zaman melalui pertunjukan teater \u201cRahim Besi\u201d yang akan dipentaskan pada 24 dan 25 Agustus 2026 di Teater Arena ISI Yogyakarta. Mengangkat persoalan identitas manusia di tengah perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi, pertunjukan ini memperlihatkan bagaimana seni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":34040,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37,55],"tags":[],"class_list":["post-34034","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dan-info","category-pertunjukan-2"],"a3_pvc":{"activated":false,"total_views":0,"today_views":0},"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WEB.-4-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WEB.-4-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WEB.-4-300x226.png",300,226,true],"full":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WEB.-4.png",1920,1446,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34034"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34034\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34041,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34034\/revisions\/34041"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}