{"id":33701,"date":"2026-07-24T15:39:49","date_gmt":"2026-07-24T08:39:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.isi.ac.id\/?p=33701"},"modified":"2026-07-24T15:49:16","modified_gmt":"2026-07-24T08:49:16","slug":"isi-yogyakarta-hadirkan-pre-university-saraswati-jembatan-strategis-menuju-pendidikan-tinggi-seni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/2026\/07\/24\/isi-yogyakarta-hadirkan-pre-university-saraswati-jembatan-strategis-menuju-pendidikan-tinggi-seni\/","title":{"rendered":"ISI Yogyakarta Hadirkan Pre-University Saraswati, Jembatan Strategis Menuju Pendidikan Tinggi Seni"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Yogyakarta, 24 Juli 2026 \u2014 Institut Seni Indonesia Yogyakarta menghadirkan Pre-University Saraswati, program persiapan pendidikan tinggi seni yang membuka kesempatan bagi siswa SMA, SMK, MA atau sederajat, lulusan sekolah menengah, pelajar <em>gap year<\/em>, calon mahasiswa, hingga mahasiswa aktif untuk mengenali potensi, meningkatkan keterampilan dasar seni, dan merasakan atmosfer akademik sebelum menempuh pendidikan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, Pre-University Saraswati diperkenalkan dalam versi Beta dan masih berada pada tahap pengembangan. Tahap ini dilakukan untuk menguji sistem pembelajaran, menyempurnakan fitur layanan, mengembangkan materi dan pilihan kelas, serta memperoleh masukan dari pengguna sebelum program diterapkan secara lebih luas. Karena itu, tampilan, mekanisme layanan, materi, dan kelas yang tersedia masih dapat mengalami penyesuaian sesuai dengan hasil evaluasi dan kebutuhan pengembangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini menjadi langkah strategis ISI Yogyakarta dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan seni berkualitas. Pre-University Saraswati tidak hanya memberikan pengenalan terhadap bidang keilmuan seni, tetapi juga dirancang sebagai ruang transisi yang menghubungkan pengalaman belajar di sekolah dengan ekosistem akademik perguruan tinggi seni.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengusung filosofi \u201cFrom Sensing to Making\u201d, peserta diarahkan untuk menjalani proses belajar yang dimulai dari merasakan, mengamati, dan memahami fenomena seni, kemudian menafsirkan konteksnya hingga menghasilkan karya. Pendekatan tersebut diterapkan melalui tiga pilar utama pembelajaran, yakni Art Literacy, Studio Practice, dan Portfolio Building.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Art Literacy membekali peserta dengan wawasan mengenai dasar sejarah seni, estetika, teori visual, pertunjukan, media, serta konteks sosial budaya seni Indonesia. Studio Practice memberikan pengalaman penciptaan karya melalui modul interaktif dan pembelajaran berbasis praktik. Sementara itu, Portfolio Building membantu peserta menyusun portofolio yang lebih terarah, termasuk dokumentasi visual, <em>artist statement<\/em>, and <em>curatorial statement<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pendekatan tersebut, Pre-University Saraswati tidak sekadar menawarkan kelas pengantar, tetapi memberikan pengalaman belajar yang merepresentasikan karakter pendidikan di ISI Yogyakarta. Peserta dapat mengenal beragam bidang seni yang dikembangkan di Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Rupa dan Desain, serta Fakultas Seni Media Rekam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keragaman bidang pembelajaran tersebut tercermin melalui sejumlah kelas yang ditampilkan dalam portal Pre-University Saraswati, antara lain Kritik Foto, AI Visual Assets for Animation, dan Wayang Cinema. Pilihan kelas tersebut memperlihatkan perpaduan antara penguatan seni tradisi, pemikiran kritis, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi digital dalam proses penciptaan seni.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelajaran diselenggarakan secara daring melalui sistem pembelajaran jarak jauh milik ISI Yogyakarta. Materi, tugas, diskusi, evaluasi, dan layanan akademik dapat diakses melalui Learning Management System Pre-University Saraswati. Model ini memberikan fleksibilitas kepada peserta dari berbagai daerah untuk memperoleh pengalaman belajar langsung dari lingkungan akademik salah satu perguruan tinggi seni negeri terkemuka di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses pembelajaran dirancang dengan prinsip berpusat pada peserta, aktif, kolaboratif, dan berbasis praktik. Kurikulumnya dapat mencakup dasar-dasar seni, desain, teknologi digital, komunikasi, penyusunan portofolio, hingga metodologi penciptaan karya. Pengajar program berasal dari dosen ISI Yogyakarta yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang pembelajaran masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peserta yang memenuhi capaian dan persyaratan kelulusan akan memperoleh sertifikat yang diterbitkan oleh ISI Yogyakarta. Pembelajaran yang telah ditempuh juga diarahkan untuk dapat memperoleh pengakuan akademik terhadap kelas atau mata kuliah yang relevan apabila peserta kemudian tercatat sebagai mahasiswa aktif ISI Yogyakarta, sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran Pre-University Saraswati memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang inklusif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan seni tidak hanya dapat diakses setelah seseorang resmi menjadi mahasiswa, tetapi dapat dikenali dan dipersiapkan sejak jenjang pendidikan menengah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih dari sebuah program persiapan masuk perguruan tinggi, Pre-University Saraswati merupakan upaya ISI Yogyakarta membangun ekosistem pembelajaran seni yang lebih terbuka. Peserta memperoleh ruang untuk mengeksplorasi minat, menguji kemampuan, membangun portofolio, dan memahami proses akademik sebelum menentukan perjalanan pendidikan serta profesinya di bidang seni.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui program ini, ISI Yogyakarta meneguhkan perannya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan seni yang menjembatani tradisi, kreativitas, teknologi, dan kebutuhan generasi masa depan. Informasi kelas dan pendaftaran Pre-University Saraswati dapat diakses melalui preusaraswati.isi.ac.id.<\/p>\n\n\n\n<div data-wp-interactive=\"core\/file\" class=\"wp-block-file\"><object data-wp-bind--hidden=\"!state.hasPdfPreview\" hidden class=\"wp-block-file__embed\" data=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Preu-Saraswati-preusaraswati.isi_.ac_.id-1.pdf\" type=\"application\/pdf\" style=\"width:100%;height:600px\" aria-label=\"Embed of Preu-Saraswati - preusaraswati.isi.ac.id (1).\"><\/object><a id=\"wp-block-file--media-cfe57854-be1a-411c-bc9e-0a1ff0f5f0f0\" href=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Preu-Saraswati-preusaraswati.isi_.ac_.id-1.pdf\">Preu-Saraswati &#8211; preusaraswati.isi.ac.id (1)<\/a><a href=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Preu-Saraswati-preusaraswati.isi_.ac_.id-1.pdf\" class=\"wp-block-file__button wp-element-button\" download aria-describedby=\"wp-block-file--media-cfe57854-be1a-411c-bc9e-0a1ff0f5f0f0\">Download<\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, 24 Juli 2026 \u2014 Institut Seni Indonesia Yogyakarta menghadirkan Pre-University Saraswati, program persiapan pendidikan tinggi seni yang membuka kesempatan bagi siswa SMA, SMK, MA atau sederajat, lulusan sekolah menengah, pelajar gap year, calon mahasiswa, hingga mahasiswa aktif untuk mengenali potensi, meningkatkan keterampilan dasar seni, dan merasakan atmosfer akademik sebelum menempuh pendidikan tinggi. Saat ini, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":33706,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37,649,60],"tags":[],"class_list":["post-33701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dan-info","category-kampus-berdampak","category-pengumuman"],"a3_pvc":{"activated":false,"total_views":0,"today_views":0},"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot-2026-07-24-112718-1140x445.png",1140,445,true],"list":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot-2026-07-24-112718-463x348.png",463,348,true],"medium":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot-2026-07-24-112718-300x148.png",300,148,true],"full":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot-2026-07-24-112718.png",1910,941,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33701"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33701\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33708,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33701\/revisions\/33708"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}