{"id":15643,"date":"2019-10-19T11:26:03","date_gmt":"2019-10-19T04:26:03","guid":{"rendered":"https:\/\/archive.isi.ac.id\/?p=15643"},"modified":"2019-10-19T11:26:03","modified_gmt":"2019-10-19T04:26:03","slug":"revitalisasi-estetika-legong-dan-kebyar-dalam-penciptaan-tari-masilelancingan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/2019\/10\/19\/revitalisasi-estetika-legong-dan-kebyar-dalam-penciptaan-tari-masilelancingan\/","title":{"rendered":"Revitalization of Legong and Kebyar Aesthetics in the Creation of Masilelancingan Dance"},"content":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]Tiga dosen dari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta yaitu Dr. Ni Nyoman Sudewi\u00a0 dan Prof.Dr. I Wayan Dana (dari Jurusan Tari) dan Dr. I Nyoman Cau Arsana (dari Jurusan Etnomusikologi), berhasil meraih Hibah Penelitian DRPM Ristekikti untuk periode 2018 dan 2019.<\/p>\n<p>Penelitian Hibah Terapan yang dilaksanakan berjudul \u201cRevitalisasi Estetika Legong dan Kebyar dalam Penciptaan Tari Masilelancingan\u201d. Salah satu luarannya berupa penciptaan dan penyajian \u201cTari Legong Kebyar Masilelancingan\u201d (2018), yang kemudian disempurnakan kembali pada 2019 menjadi \u201cTari Legong Kebyar Masilelancingan Pragina Pitu\u201d.<\/p>\n<p>Kata <em>legong <\/em>dan<em> kebyar<\/em> dalam kalimat judul, langsung berkaitan dengan <em>genre<\/em> Legong dan Kebyar sebagai acuan garap tari, sedangkan istilah <em>masilelancingan<\/em> merupakan paduan kata <em>masila<\/em> (duduk bersila) dan <em>lancingan <\/em>(desain atau cara berkain tradisional bagi pria di Bali). Kata ini dipinjam sebagai judul sekaligus mewakili tema tari. Dalam tema ini dipersepsikan dapat memunculkan konsep \u2018nilai dua\u2019 seperti umumnya tema dalam Legong, dan konsep nilai lainnya yang lebih bersifat terbuka bebas seperti halnya tema-tema dalam Kebyar.<\/p>\n<p>Secara stuktural tarian ini memiliki bagian-bagian yang penamaannya mengikuti nama dari bentuk musik yang dijadikan acuan perangkaian motif gerak, sekaligus sebagai musik tari. Bagian-bagian tersebut yaitu introduksi \u00a0(<em>papeson <\/em>)dan tarian inti berupa <em>pangawit<\/em>, <em>pangawak<\/em>, <em>pangecet<\/em>,<em> penyalit<\/em>, <em>lelonggoran, bebapangan<\/em>, dan <em>penyuwud<\/em>.<\/p>\n<p>Sosialisasi hasil penelitian penciptaan ini selain melalui pementasan karya juga Workshop dan <em>FGD<\/em> (di Yogya dan di Bandung), serta penulisan artikel di <em>MUDRA<\/em><em> Jurnal Seni Budaya<\/em>, dan penyajian makalah di beberapa forum seminar.<\/p>\n<p><strong>DOKUMENTASI KARYA SENI<\/strong><\/p>\n<p>1.\u201cTari Legong Kebyar Masilelancingan\u201d<\/p>\n<p>Pementasan di \u201cAsia Tri Jogja, An International Performing Art Event\u201d di Yogyakarta, 13 September 2018<\/p>\n<p>Video:\u00a0<a href=\"http:\/\/youtu.be\/5g1zl-UhfNE\">http:\/\/youtu.be\/5g1zl-UhfNE<\/a><\/p>\n<p>2. \u201cTari Legong Kebyar Masilelancingan Pragina Pitu\u201d<\/p>\n<p>Pementasan di Nuart Sculpture Parrk Bandung, 13 Oktober 2019<\/p>\n<p>Video:\u00a0<a href=\"http:\/\/youtu.be\/icnLodTl4aA\">http:\/\/youtu.be\/icnLodTl4aA<\/a><\/p>\n<p>[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]Tiga dosen dari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta yaitu Dr. Ni Nyoman Sudewi\u00a0 dan Prof.Dr. I Wayan Dana (dari Jurusan Tari) dan Dr. I Nyoman Cau Arsana (dari Jurusan Etnomusikologi), berhasil meraih Hibah Penelitian DRPM Ristekikti untuk periode 2018 dan 2019. Penelitian Hibah Terapan yang dilaksanakan berjudul \u201cRevitalisasi Estetika Legong dan Kebyar dalam Penciptaan Tari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37,55],"tags":[],"class_list":["post-15643","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-dan-info","category-pertunjukan-2"],"featured_image_src":{"landsacpe":false,"list":false,"medium":false,"full":false},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15643","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15643"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15643\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}