{"id":15625,"date":"2020-02-19T10:27:17","date_gmt":"2020-02-19T03:27:17","guid":{"rendered":"https:\/\/archive.isi.ac.id\/?p=15625"},"modified":"2020-02-19T10:27:17","modified_gmt":"2020-02-19T03:27:17","slug":"creative-movement-organic-movement-bersama-karenne-koo-dosen-tamu-dari-arizona-as","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/2020\/02\/19\/creative-movement-organic-movement-bersama-karenne-koo-dosen-tamu-dari-arizona-as\/","title":{"rendered":"\"Creative Movement Organic Movement\" with Karenne Koo, Guest Lecturer from Arizona, USA"},"content":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]ISI Yogyakarta menerima seorang dosen tamu dari Arizona yang bernama Karenne Koo. Karenne Koo akan mengisi kelas-kelas Olah Tubuh, Koreografi, dan Penyajian Drama selama 1 minggu di Jurusan Tari dan Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Yogyakarta. Di Kelas-kelas tersebut Karenne akan mengajarkan pencarian gerak kreatif dengan mengunakan metode yang dikembangkan oleh Barbara Metter, seorang koreografer ternama di Amerika, yaitu metode \u201c<strong><em>Creative movement Organic Movement<\/em><\/strong>\u201d. Pencarian dan pengembangan gerak dengan metode ini akan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengenali gerak pribadi dengan lebih baik, serta membangkitkan sensitivitas gerak dalam merespons lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p>Karenne Koo telah mengembangkan metode ini di berbagai perguruan tinggi dan komunitas-komunitas seni di Amerika. Dan di Asia Tenggara metode ini telah dikenalkan di Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Indonesia. Di samping dikembangkan di komunitas-komunitas seni dan akademisi seni, Karenne juga mengimplementasikan metode ini untuk dilakukan di komunitas-komunitas khusus seperti kelompok masyarakat berkebutuhan khusus: difabel, tuna grahita, dan komunitas masyarakat \u201cyang terpinggirkan\u201d. Keberhasilan mengaplikasikan gerak kreatif pada berbagai kelompok masyarakat inilah yang mendorong Karenne untuk terus mengembangkan metode ini, dengan harapan akan semakin banyak orang yang mampu menikmati dan mengikuti kegiatan menari.<\/p>\n<p>Sesugguhnya Kehadiran Karenne di Yogyakarta ini bukan yang pertama kalinya, tetapi ini adalah kunjungannya yang ke 3. \u00a0Tahun 2015 Karenne bersama dengan Annie Tucker mengawali kerjasama dengan ISI Yogyakarta dengan mengajak mahasiswa-mahasiswa sebagai <em>volunteer <\/em>di kegiatan yang dilaksanakan di sekolah difabel di Yogyakarta. Selanjutnya tahun 2017 Mettler Studio di Arizona memberikan undangan kepada dosen dan beberapa mahasiswa untuk mengikuti program pelatihan bagi \u00a0pengajar (<em>teacher training<\/em>) ke Arizona. Pada tahun 2018 Karenne kembali ke Yogyakarta untuk melakukan workshop singkat.<\/p>\n<p>Pada kunjungannya kali ini, Karenne akan mengajarkan metode yang dikembangkan oleh Barbara Mettler \u00a0secara intensif\u00a0 mulai tanggal 14 Feb \u2013 23 Feb 2020 di ISI Yogyakarta.<\/p>\n<p>Selain mengajar di ISI Yogyakarta, Karenne bersama dengan dosen dan mahasiswa ISI Yogyakarta akan memberikan workshop di kelompok-kelompok masyarakat dan sanggar-sanggar seni di Yogyakarta dan sekitarnya. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kegiatan dosen dan mahasiswa ISI Yogyakarta dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n<p>(dok.JurusanTari)<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-15626 alignleft\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari4.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"337\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari4.jpg 600w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari4-400x225.jpg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari4-367x206.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-15628 alignleft\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari3.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"337\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari3.jpg 600w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari3-400x225.jpg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari3-367x206.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-15630 alignleft\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari2.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"337\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari2.jpg 600w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari2-400x225.jpg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari2-367x206.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-15632 alignleft\" src=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"337\" srcset=\"https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari.jpg 600w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari-400x225.jpg 400w, https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari-367x206.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/>[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]ISI Yogyakarta menerima seorang dosen tamu dari Arizona yang bernama Karenne Koo. Karenne Koo akan mengisi kelas-kelas Olah Tubuh, Koreografi, dan Penyajian Drama selama 1 minggu di Jurusan Tari dan Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Yogyakarta. Di Kelas-kelas tersebut Karenne akan mengajarkan pencarian gerak kreatif dengan mengunakan metode yang dikembangkan oleh Barbara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":15630,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37,55],"tags":[98,190],"class_list":["post-15625","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-dan-info","category-pertunjukan-2","tag-pertunjukan","tag-tari"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari2.jpg",600,337,false],"list":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari2-463x337.jpg",463,337,true],"medium":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari2-300x169.jpg",300,169,true],"full":["https:\/\/www.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/karenne-koo-isi-tari2.jpg",600,337,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15625","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15625"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15625\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15630"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}