Panel Login

Nama User :
Password :
Pengingat

Belum terdaftar?
Daftar saja sekarang!

Anda lupa password?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Isinews

Walaupun usianya sebagai institut seperti sekarang ini masih muda, namun perguruan-perguruan yag merupakan komponen pembetukannya sudah lama ada dan telah banyak menghasilkan seniman-seniman yang kini tersebar di masyarakat dalam berbagai fungsi dan keahlian.

Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia "ASRI" sebagai komponennya yang tertua telah ada sejak awal tahun 1950 sebagai hasil usaha para seniman yang pada waktu itu berkumpul di Yogyakarta. Indonesia memiliki tradisi seni yang tinggi akan mampu memelihara dan mengembangkan kemapuannya. Maka lahirlah Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) yang bermula dari status akademi dan baru pada tahun 1968 memperolah bentuknya sebagai sekolah tinggi yang memberinya kewenangan untuk membuka tingkat sarjana.

Akademi Musik Indonesia "AMI" komponen yang lain, lahir pada tahun 1961 berkembang dari Sekolah Musik Indonesia (SMIND) yang berdiri tahun 1952; dan Akademi Seni Tari Indonesia "ASTI" lahir pada tahun 1963; merupakan kelanjutan dari Konservatori Tari Indonesia (KONRI) yang lahir agak jauh di belakang, yaitu pada tahun 1961.

Sama halnya dengan ASRI, berdirinya AMI dan ASTI adalah juga karena dorongan yang kuat dari para pecinta seni budaya Indonesia untuk mengmbangkan apa yang dimilikinya. Walaupun jauh sebelum itu pendidikan seni secara tradisional sudah ada, tetapi untuk meningkatkan baik secara vertikal maupun horisontal diperlukan lembaga-lembaga pendidikan seni yang formal dan moderen.
PAda awal tahun 1973 sidang antara para pimpinan STSRI "ASRI", AMI, ASTI dan beberapa akademi kesenian yang lainnya dengan pejabat-pejabat dari Departeman Pedidikan dan Kebudayaan, sepakat untuk membentuk suatu lembaga pendidikan tinggi seni yang lebih luas cakupannya dan lebih besar kewenangannya baik di bidang seni maupun dari segi ketentuan-ketentuan pendidikan tinggi.


Kirim artikel